JAVANETWORK.CO.ID. SUMENEP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan sosialisasi Migitasi Santri Tangguh Bencana (SANTANA) di Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Desa Aeng Baja Raja, Kecamatan Bluto, dibawa asuhan KH. Imam Hasyim, Jum’at (27/09/2024).
Kegiatan sosialisasi Migitasi Santri Tangguh Bencana (SANTANA) di Pondok Pesantren (Ponpes) At-Taufiqiyah Desa Aeng Baja dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Drs. Achmad Laili Maulidi, MSi beserta jajaran dan diikuti pengurus serta puluhan santri di Pondok setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Drs. Achmad Laili Maulidi, MSi mengatakan kegiatan sosialisasi Santri Tangguh Bencana (SANTANA) sangat penting, karena bencana alam itu bisa datang kapan saja, tanpa diketahui dan diprediksi.
“Oleh karena itu sosialisasi ini bertujuan untuk mengantisipasi dan meminimalisir dampak dari bencana alam yang akan terjadi, khususnya kepada para santri yang ada di Ponpes At-Taufiqiyah ini,” papar Drs. Achmad Laili Maulidi, MSi dihadapan para peserta sosialisasi.
Dengan melalui kegiatan sosialisasi Migitasi Santri Tangguh Bencana (Santana) pihaknya memberikan teknik-teknik keterampilan dan pembekalan kepada para santri sehingga para mereka dapat mengantisipasi dampak bencana yang lebih besar.
“Para santri itu harus paham akan bencana yang setiap waktu akan tiba mengancam daerah. Dan upaya Mitigasi apa yang dilakukan sehingga Pondok Pesantren menjadi lebih siaga dan tangguh terhadap bencana,” terang mantan Camat Ganding menjelaskan.
Lebih lanjut Plt. Kepala Bapenda Sumenep itu, menuturkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam di lingkungan pesantren sehingga langkah-langkah Migitasi yang akan diambil dapat mengurangi resiko dan dampak bencana alam tidak terlalu besar.
“Saya berharap para santri yang ada disini dapat memahami dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh terkait Migitasi bencana. Semoga langkah ini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (REDJAVA****)











