JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Hujan lebat disertai angin kencang yang diduga puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada hari Minggu kemarin, dan menimbulkan kerusakan pada ratusan bangunan milik warga.
Fenomena cuaca ekstrem ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, sedikitnya 188 unit bangunan mengalami kerusakan. Rinciannya, 185 rumah warga, dua kios, serta satu ruang kelas MTs Putri Annuqayyah.
Kerusakan bervariasi, mulai dari atap rumah beterbangan hingga struktur bangunan yang tidak lagi layak huni.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy, M.Si, mengatakan, intensitas hujan tinggi disertai angin kencang dalam durasi singkat menjadi penyebab utama kerusakan.
“Hujan lebat dan angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba pada hari Minggu kemarin memiliki karakteristik puting beliung. Dampaknya cukup masif, terutama di beberapa kecamatan yang rawan,” kata Achmad Laili Maulidy kepada media ini, Selasa (03/02/2026).
Wilayah dengan dampak paling parah terjadi di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, dengan 178 rumah warga rusak, sebagian besar pada atap dan dinding. Sementara di Desa Pakangangan Tengah, Kecamatan Bluto, tercatat dua rumah warga terdampak.
Di Desa Guluk-guluk, Kecamatan Guluk-guluk, bencana ini merusak lima rumah, dua kios, dan satu ruang kelas MTs Putri Annuqayyah.
“Pendataan di lapangan masih terus kami lakukan. Selain jumlah bangunan, kami juga mengklasifikasikan tingkat kerusakan apakah ringan, sedang, atau berat,” jelasnya.
Pihaknya menekankan, data yang sedang dihimpun akan menjadi dasar penentuan bentuk bantuan dan langkah penanganan darurat bagi warga terdampak.
“Prioritas kami saat ini adalah keselamatan warga, kemudian memberikan rekomendasi bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Semua tindakan harus berbasis data agar tepat sasaran,” tegasnya.
BPBD Sumenep juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat kondisi atmosfer yang belum sepenuhnya stabil.
“Kami mengingatkan warga untuk tetap waspada, khususnya saat hujan lebat disertai angin kencang. Jika kondisi memburuk, segera mencari tempat aman dan melaporkan kejadian darurat ke aparat setempat,” pungkas Achmad Laili Maulidy. (REDJAVA/$$$)










