JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat fenomena angin kencang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur sejak Sabtu hingga Minggu, 25–26 Januari 2026.
Dari hasil pemantauan selama 24 jam, Kabupaten Sumenep menjadi daerah dengan kecepatan angin tertinggi di provinsi ini.
Pemantauan dilakukan BMKG Jawa Timur melalui jaringan alat telemetri dan UPT BMKG pada periode 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 26 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan kecepatan angin di berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hasil pantauan menunjukkan adanya peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah Jawa Timur,” tulis BMKG Jawa Timur dalam keterangan resminya, Selasa (27/01/2026).
Data BMKG mencatat, kecepatan angin tertinggi terjadi di AWS Digi Stamet Kalianget, Kabupaten Sumenep, yang mencapai 55,8 kilometer per jam pada pukul 15.00 WIB. Angka tersebut menjadi yang paling ekstrem selama periode pengamatan.
Selain Sumenep, angin kencang juga terpantau di wilayah lain, di antaranya Pasuruan (Pandaan) dengan kecepatan 45,8 km/jam, serta Surabaya yang mencapai 43,6 km/jam.
Sementara wilayah Tuban, Kota Batu, dan Situbondo melengkapi enam besar daerah dengan embusan angin terkuat di Jawa Timur.
BMKG menegaskan, fenomena angin kencang tidak hanya terjadi di enam wilayah tersebut, namun juga meluas ke daerah lain dengan intensitas yang bervariasi, mulai dari Magetan, Nganjuk, Sampang, Banyuwangi, Sidoarjo, hingga Gresik.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG Jawa Timur mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Tetap waspada bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama saat melintasi area yang banyak pohon besar atau papan reklame,” tulis BMKG.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi agar mendapatkan informasi yang cepat dan akurat.
“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG,” lanjut keterangan tersebut. (REDJAVA/$$$)








