Bertahun Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan Penghubung Bragung-Prancak Kian Membahayakan

- Redaksi

Sabtu, 3 Mei 2025 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bertahun Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan Penghubung Bragung-Prancak Kian Membahayakan

Bertahun Tak Tersentuh Perbaikan, Jalan Penghubung Bragung-Prancak Kian Membahayakan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Akses jalan penghubung antara Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk menuju Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, rusak parah dan kian memprihatinkan.

Warga menyebut ruas sepanjang hampir 300 meter itu sebagai jalur derita karena tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun.

Pantauan di lapangan pada Jumat (3/5/2025) memperlihatkan kondisi jalan yang nyaris tak lagi beraspal. Lubang-lubang besar menganga dan kerap tergenang air saat hujan turun.

Setiap hari, pengendara terutama pengguna sepeda motor dipaksa mempertaruhkan keselamatan di jalan tersebut.

“Kalau pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat, jalan ini seharusnya sudah diperbaiki. Kami tidak minta jalan tol, cukup jalan yang layak dilewati,” keluh Rahman, warga Desa Bragung, Sabtu (03/05/2025).

Kerusakan parah itu juga berdampak pada keselamatan.

Warga mengaku sering menyaksikan kecelakaan ringan karena kendaraan tergelincir atau terperosok.

Baca Juga :  Dinamika Laga Sapudi Cup 2026 Jadi Evaluasi Bersama untuk Junjung Sportivitas

Ketika hujan datang, genangan air menutup lubang-lubang dalam, membuat jalur ini makin berbahaya.

Anwar, warga lainnya, menilai pemerintah daerah kurang responsif terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat desa.

Padahal, jalan tersebut menjadi satu-satunya akses vital menuju puskesmas, sekolah, dan pasar.

“Jalan ini sudah bertahun-tahun rusak. Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru pemerintah bertindak,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah tidak memandang sebelah mata warga desa hanya karena tinggal di pelosok.

“Jangan sampai karena kami tinggal di desa, lalu dianggap tidak penting. Padahal jalan ini dipakai semua orang, dari anak sekolah sampai pedagang,” ujarnya.

Menurut Anwar, jika kerusakan jalan terus dibiarkan, bukan hanya aktivitas ekonomi yang terganggu, tetapi juga semangat warga untuk berkembang bisa luntur.

“Semoga pemerintah segera turun tangan. Kami ingin perubahan, bukan sekadar janji,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU