Bapenda Sumenep Gelar Rakor HLM Dorong Digitalisasi dan Peningkatan PAD

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapenda Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya SH di Acara HLM Optimalisasi Peningkatan PAD Secara Non Tunai di Ruang Adirasa Lantai II Kantor Pemkab Sumenep, Selasa (19/05/2026)

Kepala Bapenda Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya SH di Acara HLM Optimalisasi Peningkatan PAD Secara Non Tunai di Ruang Adirasa Lantai II Kantor Pemkab Sumenep, Selasa (19/05/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi sistem pembayaran dan pengembangan inovasi layanan daerah.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep di Ruang Adirasa Lantai II Kantor Pemkab Sumenep, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim. Sementara Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan pemaparan secara virtual melalui Zoom meeting.

Turut hadir Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, bersama jajaran, Asisten I Sekdakab Sumenep Ir. Didik Wahyudi, M.Si., serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil di lingkungan Pemkab Sumenep.

Dalam rapat tersebut, Bapenda Sumenep menekankan pentingnya transformasi digital untuk memperkuat sistem pengelolaan PAD yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, SH mengatakan sistem pembayaran non-tunai menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan daerah.

“Transformasi menuju pembayaran non-tunai merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh potensi pendapatan daerah dapat tergali secara maksimal, transparan, dan terukur,” kata Ferdiansyah Tetrajaya, SH.

Menurutnya, penguatan digitalisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Santri TMI Al-Amien Prenduan Persembahkan Juara 3 untuk Kemenag Sumenep di Kemah Santri Jatim 2025

Ia menambahkan, keberhasilan peningkatan PAD selama ini tidak lepas dari kolaborasi seluruh OPD penghasil yang terus memperkuat sistem pelayanan berbasis teknologi.

“Sinergi seluruh OPD penghasil menjadi fondasi utama dalam menjaga konsistensi capaian PAD Kabupaten Sumenep yang selama lima tahun terakhir selalu melampaui target,” ujarnya.

Selain penguatan sistem non-tunai, Bapenda Sumenep juga menyiapkan inovasi baru melalui pengembangan layanan berbasis Microcell yang diproyeksikan menjadi salah satu sumber PAD baru.

Program tersebut akan dikembangkan setelah Bapenda Sumenep melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lamongan beberapa waktu lalu guna mempelajari sistem layanan digital daerah yang dinilai berhasil meningkatkan pendapatan.

“Pengembangan layanan Microcell ini kami dorong untuk segera diterapkan setelah melakukan kunjungan ke Kabupaten Lamongan. Ini menjadi referensi penting untuk memperkuat sistem pelayanan dan pembayaran daerah di Sumenep,” jelas Ferdiansyah.

Eks Kadis Kominfo itu optimistis inovasi tersebut akan membuka peluang baru dalam meningkatkan penerimaan daerah di tengah perkembangan sistem digital yang semakin pesat.

“Ke depan, Microcell akan menjadi salah satu potensi PAD baru yang kami optimalkan di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ferdiansyah juga menyinggung pentingnya evaluasi tarif retribusi daerah agar tetap relevan dengan perkembangan ekonomi dan kebutuhan pelayanan publik.

Baca Juga :  Pemerintah Terbitkan Perpu Cipta Kerja, Antisipasi Geopolitik dan Ekonomi Global

Menurutnya, penyesuaian tarif retribusi perlu dilakukan secara proporsional tanpa mengesampingkan prinsip keadilan bagi masyarakat.

“Kami juga mendorong adanya penyesuaian tarif retribusi di BPKAD agar lebih relevan dengan kondisi saat ini, tanpa mengurangi prinsip keadilan dan kepatuhan,” tegasnya.

Berdasarkan data Bapenda Sumenep, capaian PAD Kabupaten Sumenep terus menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir.

Pada 2021, realisasi PAD mencapai Rp252,6 miliar dari target Rp228,6 miliar atau 110,52 persen. Capaian tersebut terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya hingga mencapai puncaknya pada 2025.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Temuan 27,83 Kg Diduga Kokain di Pesisir Giligenting Sumenep, 22 Paket Positif Hasil Uji Lab

Tercatat, realisasi PAD tahun 2025 berhasil menembus Rp382,7 miliar dari target Rp322,8 miliar atau mencapai 113,06 persen.

Lebih jauh, Ferdiansyah menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa tata kelola pendapatan daerah di Kabupaten Sumenep semakin modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Capaian ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan pendapatan daerah di Sumenep semakin efektif, akuntabel, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tutur Ferdiansyah.

Sementara itu, hingga 15 Mei 2026, realisasi PAD Kabupaten Sumenep tercatat mencapai Rp74,4 miliar atau 20,97 persen dari target Rp354,8 miliar.

Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis angka tersebut akan terus meningkat seiring penguatan sektor pajak daerah, retribusi daerah, serta pengembangan inovasi layanan digital.

“Target kami bukan sekadar capaian angka, tetapi bagaimana PAD ini benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan dan pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep
Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang
BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura
Humanis dan Sigap, Polwan Polres Sumenep Kawal Kelancaran Sholat Jumat di Sejumlah Masjid
KBS Sumenep Salurkan 55 Nasi Bungturat, Tebar Kepedulian dan Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan
Buka Akses Pendidikan di Balik Jeruji, Rutan Sumenep Gelar Program Kesetaraan bagi Warga Binaan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:42 WIB

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:13 WIB

Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:40 WIB

Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Berita Terbaru

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

Bangkalan

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Jumat, 5 Jun 2026 - 17:35 WIB