JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam menggerakkan dan membangkitkan perekonomian Kabupaten, Bupati Sumenep Ra Fauzi menyiapkan jurus dan strategi khusus untuk membangun Sumenep dengan sektor wisata. Dirinya menyakini dengan suntikan dana kepada pengusaha lokal agar tetap bertahan, baik dari APBD ataupun dana pribadinya.
Bupati ujung timur Pulau Madura itu mengatakan roda perekonomian di Kabupaten Sumenep yang jelas disanggah oleh UMKM yang ada, tentunya sektor ekonomi riil langsung bersentuhan dengan hidup orang banyak.
Untuk mendongkrak sektor pariwisata, orang nomer satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menggenjot pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pelaksanaan sejumlah pelatihan untuk menyiapkan pengusaha-pengusaha baru di Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC PDI-P Sumenep lebih lanjut menuturkan untuk memacu daya beli masyarakat dirinya mempromosikan wisata-wisata unggulan yang ada di Kabupaten Sumenep, disamping menyiapkan infrastruktur pendukung lainnya.
“Seiring Covid-19 sudah berlalu, Alhamdulillah sektor pariwisata kembali menggeliat. Kunjungan wisatawan yang datang ke Sumenep terus bertambah dan sektor UMKM pun mulai bergerak dan berkembang,” kata Bupati Ra Fauzi pada keterangan tertulisnya, Selasa (11/07/2023).
Pada tahun 2020, ketika pandemi merebak, jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Sumenep mencapai 168.775 orang. Di tahun 2021, ada peningkatan kunjungan menjadi 248.158 orang.
Pada tahun 2022, strategi Bupati Ra Fauzi layak untuk diapresiasi. Masyarakat Sumenep, juga Madura. Ini karena kunjungan wisatawan pada tahun itu meningkat 300 persen. Tercatat sebanyak 1.057.434 wisatawan mengunjungi Kabupaten Sumenep.
“Meningkatnya kunjungan wisatawan, membuat pelaku UMKM semakin tumbuh dan berkembang. Ini jelas sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ungkap Ketua Percasi Jatim terpilih itu.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, nilai investasi otomatis meningkat. Jika pada tahun 2020 nilai investasi di Sumenep baru menyentuh angka Rp 810 miliar, pada tahun 2022 nilainya semakin, menjadi Rp 1,78 triliun.
Menurut Bupati Ra Fauzi menerangkan peningkatan nilai investasi akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan, sehingga mampu mengurangi pengangguran terbuka. Dampaknya, pengangguran terbuka di Sumenep menjadi yang terendah di Jawa Timur.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran terbuka Kabupaten Sumenep periode Agustus 2022 menurun sebesar 1,36 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya di atas 2 persen, pada 2021 sebesar 2,31 persen dan tahun 2020 mencapai 2,84 persen,” terangnya.
Diplomasi wisata ala Bupati Ra Fauzi juga mampu menurunkan angka kemiskinan. Jika pada tahun 2021 angka kemiskinan di Sumenep mencapai 20,51 persen, pada tahun 2022 turun menjadi 18,76 persen. Ini kali pertama angka kemiskinan di Sumenep berada di bawah 20 persen. (REDJAVA****)








