JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pagi itu, Jumat (08/08/2025), suasana di sekitar Masjid Jamik Sumenep terasa berbeda. Di antara lalu-lalang jamaah dan pengurus masjid, sembilan orang mengenakan rompi khusus tampak sibuk membawa sapu, kain pel, dan alat kebersihan lainnya.
Mereka bukan relawan biasa, melainkan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep yang mendapat kesempatan langka keluar dari balik jeruji untuk melaksanakan bakti sosial membersihkan salah satu rumah ibadah tertua dan paling bersejarah di Kota Keris.
Sejak pagi, para warga binaan ini bekerja sama membersihkan halaman masjid, menyapu dan mengepel ruang utama, merapikan tempat wudhu, hingga menata fasilitas penunjang ibadah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, beberapa di antaranya dengan teliti membersihkan ornamen klasik Masjid Jamik yang telah berdiri kokoh sejak abad ke-18.

Semua dilakukan di bawah pengawalan ketat petugas rutan, namun suasana penuh keakraban tetap terjalin dengan masyarakat sekitar.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Heri Sutriadi, menjelaskan bahwa bakti sosial ini merupakan program rutin yang menjadi bagian dari pembinaan warga binaan, dengan tujuan memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, warga binaan belajar untuk berkontribusi positif. Selain melatih rasa tanggung jawab, ini juga menumbuhkan kesadaran sosial bahwa mereka masih memiliki peran di tengah masyarakat,” ujar Heri.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi cara untuk memutus stigma negatif yang kerap melekat pada warga binaan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pembinaan di rutan bukan hanya berlangsung di dalam tembok, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan di luar. Ini bagian dari upaya kami agar mereka siap menjadi pribadi yang lebih baik ketika bebas nanti,” tambahnya.
Heri menegaskan, keterlibatan warga binaan dalam aksi sosial di luar rutan dilakukan dengan prosedur pengawasan yang ketat dan penuh pertimbangan. Selain untuk menjaga keamanan, hal itu juga memastikan bahwa kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi, bahwa kesempatan kedua selalu ada bagi siapa saja yang mau berubah.
“Di balik setiap kesalahan, selalu ada peluang untuk memperbaiki diri. Dan hari ini, warga binaan telah membuktikan bahwa mereka bisa memberikan sesuatu yang baik bagi lingkungan,” tutupnya. (REDJAVA****)









