Azam Khan Guncang Kashmir Black Day: Kemerdekaan Belum Selesai Selama Air Mata Rakyat Masih Tertumpah

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Ketua Umum Komisi Perlindungan Hukum dan Pembelaan Hak-Hak Rakyat (KONTRA’SM) sekaligus Sekretaris Jenderal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA)

Foto Bersama Ketua Umum Komisi Perlindungan Hukum dan Pembelaan Hak-Hak Rakyat (KONTRA’SM) sekaligus Sekretaris Jenderal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA)

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Suasana di Kedutaan Besar Pakistan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025), mendadak berubah haru.

Ruang utama kedutaan itu dipenuhi doa, refleksi, dan semangat solidaritas saat ratusan undangan memperingati Kashmir Black Day momentum tahunan untuk mengenang penderitaan panjang rakyat Kashmir di bawah penindasan.

Di tengah keheningan acara, advokat nasional Azam Khan berdiri menyuarakan suara nurani. Dengan nada tegas namun bergetar,

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum Komisi Perlindungan Hukum dan Pembelaan Hak-Hak Rakyat (KONTRA’SM) sekaligus Sekretaris Jenderal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) itu menyerukan agar dunia internasional tidak lagi bungkam melihat tragedi kemanusiaan di Kashmir.

“Kashmir bukan sekadar konflik, tapi luka kemanusiaan yang dibiarkan terbuka terlalu lama. Lebih dari seratus ribu rakyat tak berdosa tewas, ribuan perempuan diperkosa, dan ribuan anak kehilangan orang tuanya. Dunia tak boleh bungkam melihat darah Kashmir mengalir,” kata Azam Khan lantang di hadapan hadirin.

Sosok berdarah Madura–Pakistan itu hadir bukan hanya sebagai tamu kehormatan, melainkan sebagai simbol dua bangsa yang terikat oleh sejarah perjuangan dan nilai kemerdekaan.

Baca Juga :  DPRD Sumenep All Out Dorong PLTS Masalembu, Listrik Hijau Siap Terangi Pulau Terpencil

Dalam kesempatan tersebut, ia secara simbolis menyerahkan buku bersejarah karya Dr. Zahir Khan berjudul “The Role of Pakistan During the Indonesia Struggle for Independence: The Story of Pakistan Forces Who Fought with Indonesia Freedom Fighters from 1945–1949.”

Buku itu, kata Azam, adalah pengingat bahwa Indonesia dan Pakistan pernah berjuang bersama melawan penjajahan.

“Hubungan Indonesia dan Pakistan bukan sekadar diplomasi. Kita terikat oleh darah perjuangan dan nilai kemerdekaan yang sama. Buku ini adalah simbol bahwa solidaritas di atas penderitaan adalah kekuatan bangsa merdeka,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Azam juga mengingatkan dunia akan janji yang tak ditepati. Sejak 1948, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan sejumlah resolusi yang menegaskan hak rakyat Kashmir untuk menentukan nasib sendiri melalui plebisit.

Baca Juga :  Dirgahayu RI ke-79, Aksi GEN Sumenep Tanam 1000 Pohon

Namun hingga kini, resolusi itu belum pernah dijalankan oleh India.

“Ini bukan lagi soal politik, tapi soal nurani. Ketika kemanusiaan diinjak, maka keadilan harus bicara. Dunia tidak boleh terus menutup mata terhadap penderitaan rakyat Kashmir,” tegasnya lagi.

Peringatan Kashmir Black Day tahun ini dihadiri lebih dari seratus tamu undangan, termasuk Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Mr. Zahid Hafeez Chaudhri, akademisi, tokoh nasional, dan perwakilan organisasi masyarakat.

Baca Juga :  Kehangatan Pengasuh Ponpes Musyawirin Pagerungan Kecil Sapeken Sambut Silaturahmi Cabup Achmad Fauzi

Dalam sambutannya, Duta Besar Zahid Hafeez menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dukungan dan empati rakyat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Kashmir.

Lebih lanjut, pria kelahiran Sumenep Madura itu menutup orasinya dengan kalimat yang menohok, menggetarkan ruang dan hati para hadirin.

“Selama masih ada air mata rakyat yang ditumpahkan oleh penjajahan, maka kemerdekaan belum selesai. Kita akan terus melawan kebiadaban dan membela kemanusiaan. Itu janji kita janji kemerdekaan yang sesungguhnya.” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU