Ayoo…Mengenal Lebih Jauh Kabupaten dengan Sebutan The Soul Of Madura dari Sisi Sejarah dan Warisan Budaya

Selasa, 2 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayoo...Mengenal Lebih Jauh Kabupaten dengan Sebutan The Soul Of Madura dari Sisi Sejarah dan Warisan Budaya

Ayoo...Mengenal Lebih Jauh Kabupaten dengan Sebutan The Soul Of Madura dari Sisi Sejarah dan Warisan Budaya

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sumenep, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terletak di timur Pulau Madura, memiliki sejarah yang kaya dan unik.

Merupakan bagian dari Pulau Madura yang kaya akan keindahan alam dan kebudayaan, Sumenep tercatat dalam sejarahnya sejak tahun 1269 Masehi dengan Adipati Sumenep pertamanya, Arya Wiraraja.

Nama “Sumenep” sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno atau bahasa Kawi, yaitu gabungan kata “Sung” dan “Eneb” yang berarti “lembah yang tenang” atau “sedimen yang tenang.”

Kabupaten ini dikenal sebagai “Jiwa Madura,” menunjukkan keterkaitannya dengan berbagai periode sejarah, mulai dari era feodal, pengaruh Jawa, hingga masa kolonial.

Warisan budaya Sumenep juga mencakup Keraton Sumenep, yang dibangun oleh Adipati Sumenep ke-31, Panembahan Sumolo Asirudin Pakunataningrat.

Baca Juga :  Deklarasi Sang Pencerah Untuk FAHAM, Targetkan Menang Seluruh Desa di Kecamatan Lenteng

Keraton ini berkembang pesat di bawah pemerintahan Sri Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I.

“The Soul of Madura” menjadi merek yang melekat pada Sumenep.

Terletak di ujung timur Pulau Madura, Sumenep menyimpan sejarah panjang, namun tidak semua masyarakat mengetahui awal mula dan makna dari julukan ini.

Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Sumenep bersama dengan tim Universitas Brawijaya melakukan kajian mendalam untuk memahami dan mengeksplorasi identitas daerah ini.

Penelitian ini melibatkan pakar sejarah, budaya, dan ekonomi untuk merumuskan pemikiran bahwa potensi-potensi yang dimiliki oleh Sumenep sebanding dengan kabupaten lain di Madura.

Inilah dasar mengapa “The Soul of Madura” diadopsi sebagai branding wilayah Sumenep.

Baca Juga :  Ringankan Beban Masyarakat, Babinsa Lenteng Bantu Pembangunan Rumah Warga

Sejarah Sumenep sebelum Islam dimulai pada tahun 1269 Masehi dengan pemerintahan Aria Wiraraja.

Islamisasi di wilayah ini dimulai dengan kedatangan Sunan Paddusan, yang diambil mantu oleh Raja Sumenep, Jokotole.

Sunan Paddusan membawa Islam ke Sumenep, dan peristiwa ini menciptakan jejak-jejak Islamisasi yang mendalam di wilayah tersebut.

Berbagai fase sejarah melibatkan Sumenep dalam kerajaan Aria Wiraraja, Majapahit, hingga masa kolonial Belanda.

Meski Keraton Sumenep tidak lagi berfungsi, peninggalan kejayaan Kadipaten seperti Masjid Jamik Sumenep dan Asta Tinggi tetap menjadi saksi bisu kekayaan budaya dan identitas Sumenep.

“The Soul of Madura” yang diberikan kepada Sumenep sebagai julukan atau city branding bertujuan untuk menarik lebih banyak pengunjung dan mengembangkan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Hari Bumi 2026, MAPALA Unija dan Perhutani Tanam 500 Pohon di Hutan Batuan Sumenep

Meskipun makna pasti dari julukan ini tidak dijelaskan secara eksplisit, “The Soul of Madura” dapat diartikan sebagai jiwa atau pusat dari Madura, mencerminkan kekayaan budaya, alam yang indah, dan keramahan masyarakat Sumenep.

Dalam satu dekade setelah diberi julukan ini, Sumenep semakin dikenal dengan kesenian tradisional, kerajinan tangan seperti keris Madura, dan batik.

“The Soul of Madura” tidak hanya menjadi merek identitas, tetapi juga menciptakan citra yang positif dan mendorong pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata Sumenep ke tingkat yang lebih tinggi. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Menakar Filosofi dan Narasi Pembangunan di Balik Logo Hari Jadi Sumenep ke-758
Sambut Hari Jadi ke-758, Sumenep Luncurkan Logo Baru Berorientasi Kebangkitan Pariwisata dan UMKM
Sabet Juara Piala Wali Kota Surabaya, Bupati Achmad Fauzi Puji Progres Instan PBVSI Sumenep
Menebar Cahaya Al-Quran di Bumi Sumenep: Langkah Nyata KBS Sentuh Sanubari Santri Maqomam Mahmuda
Jangan Lupa Besok! Lomba Uji Tembak Akik dan Fosil Berhadiah Motor Digelar di PPI Pasongsongan Sumenep
Program KJSU Hadir di Sumenep, RSUDMA Perkuat Layanan Kanker, Jantung, Stroke dan Ginjal
Revitalisasi SDN Bendotretek I Dimulai, Lita Machfud Arifin Dorong Pendidikan Berkualitas
Malam Perpisahan SDN Poja I dan TK Nurul Hikmah Jadi Momentum Semangat Raih Cita-cita

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:09 WIB

Menakar Filosofi dan Narasi Pembangunan di Balik Logo Hari Jadi Sumenep ke-758

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:51 WIB

Sambut Hari Jadi ke-758, Sumenep Luncurkan Logo Baru Berorientasi Kebangkitan Pariwisata dan UMKM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:27 WIB

Sabet Juara Piala Wali Kota Surabaya, Bupati Achmad Fauzi Puji Progres Instan PBVSI Sumenep

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:58 WIB

Menebar Cahaya Al-Quran di Bumi Sumenep: Langkah Nyata KBS Sentuh Sanubari Santri Maqomam Mahmuda

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:05 WIB

Jangan Lupa Besok! Lomba Uji Tembak Akik dan Fosil Berhadiah Motor Digelar di PPI Pasongsongan Sumenep

Berita Terbaru