Ayoo…Mengenal Lebih Jauh Kabupaten dengan Sebutan The Soul Of Madura dari Sisi Sejarah dan Warisan Budaya

- Redaksi

Selasa, 2 Januari 2024 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ayoo...Mengenal Lebih Jauh Kabupaten dengan Sebutan The Soul Of Madura dari Sisi Sejarah dan Warisan Budaya

Ayoo...Mengenal Lebih Jauh Kabupaten dengan Sebutan The Soul Of Madura dari Sisi Sejarah dan Warisan Budaya

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sumenep, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terletak di timur Pulau Madura, memiliki sejarah yang kaya dan unik.

Merupakan bagian dari Pulau Madura yang kaya akan keindahan alam dan kebudayaan, Sumenep tercatat dalam sejarahnya sejak tahun 1269 Masehi dengan Adipati Sumenep pertamanya, Arya Wiraraja.

Nama “Sumenep” sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno atau bahasa Kawi, yaitu gabungan kata “Sung” dan “Eneb” yang berarti “lembah yang tenang” atau “sedimen yang tenang.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabupaten ini dikenal sebagai “Jiwa Madura,” menunjukkan keterkaitannya dengan berbagai periode sejarah, mulai dari era feodal, pengaruh Jawa, hingga masa kolonial.

Warisan budaya Sumenep juga mencakup Keraton Sumenep, yang dibangun oleh Adipati Sumenep ke-31, Panembahan Sumolo Asirudin Pakunataningrat.

Baca Juga :  Danramil 0827/21 Raas Hadiri Giat Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMK Al Ittihad Desa Ketupat Raas

Keraton ini berkembang pesat di bawah pemerintahan Sri Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I.

“The Soul of Madura” menjadi merek yang melekat pada Sumenep.

Terletak di ujung timur Pulau Madura, Sumenep menyimpan sejarah panjang, namun tidak semua masyarakat mengetahui awal mula dan makna dari julukan ini.

Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Sumenep bersama dengan tim Universitas Brawijaya melakukan kajian mendalam untuk memahami dan mengeksplorasi identitas daerah ini.

Penelitian ini melibatkan pakar sejarah, budaya, dan ekonomi untuk merumuskan pemikiran bahwa potensi-potensi yang dimiliki oleh Sumenep sebanding dengan kabupaten lain di Madura.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ungkap Alasan Memilih Heru Budi Hartono Sebagai PJ Gubernur DKI

Inilah dasar mengapa “The Soul of Madura” diadopsi sebagai branding wilayah Sumenep.

Sejarah Sumenep sebelum Islam dimulai pada tahun 1269 Masehi dengan pemerintahan Aria Wiraraja.

Islamisasi di wilayah ini dimulai dengan kedatangan Sunan Paddusan, yang diambil mantu oleh Raja Sumenep, Jokotole.

Sunan Paddusan membawa Islam ke Sumenep, dan peristiwa ini menciptakan jejak-jejak Islamisasi yang mendalam di wilayah tersebut.

Berbagai fase sejarah melibatkan Sumenep dalam kerajaan Aria Wiraraja, Majapahit, hingga masa kolonial Belanda.

Meski Keraton Sumenep tidak lagi berfungsi, peninggalan kejayaan Kadipaten seperti Masjid Jamik Sumenep dan Asta Tinggi tetap menjadi saksi bisu kekayaan budaya dan identitas Sumenep.

“The Soul of Madura” yang diberikan kepada Sumenep sebagai julukan atau city branding bertujuan untuk menarik lebih banyak pengunjung dan mengembangkan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Panen Raya Jagung Serentak Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Meskipun makna pasti dari julukan ini tidak dijelaskan secara eksplisit, “The Soul of Madura” dapat diartikan sebagai jiwa atau pusat dari Madura, mencerminkan kekayaan budaya, alam yang indah, dan keramahan masyarakat Sumenep.

Dalam satu dekade setelah diberi julukan ini, Sumenep semakin dikenal dengan kesenian tradisional, kerajinan tangan seperti keris Madura, dan batik.

“The Soul of Madura” tidak hanya menjadi merek identitas, tetapi juga menciptakan citra yang positif dan mendorong pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata Sumenep ke tingkat yang lebih tinggi. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Lomba Dayung Sampan Meriahkan Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi: Warisan Budaya Adalah Jiwa Daerah
Polantas Menyapa di Sumenep, Polisi Ajak Warga Jadikan Keselamatan sebagai Budaya di Jalan
Rakorcab PDI Perjuangan Sumenep Jadi Momentum Panaskan Mesin Partai
Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri
Semarak Sape Sonok 2026 di Sumenep, Staf Ahli Bupati Bicara Budaya hingga Ekonomi Lokal
Polisi Sumenep Sikat Peredaran Miras, 17 Botol Arak Bali Diamankan
Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan
Pengabdian Berbuah Penghargaan, Imam Syafi’i S.H. Terima Lencana Pancawarsa V Tingkat Jawa Timur

BERITA TERKAIT

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Lomba Dayung Sampan Meriahkan Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi: Warisan Budaya Adalah Jiwa Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Polantas Menyapa di Sumenep, Polisi Ajak Warga Jadikan Keselamatan sebagai Budaya di Jalan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Rakorcab PDI Perjuangan Sumenep Jadi Momentum Panaskan Mesin Partai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Semarak Sape Sonok 2026 di Sumenep, Staf Ahli Bupati Bicara Budaya hingga Ekonomi Lokal

BERITA TERBARU