JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Aula Hotel El-Malik, Kamis (14/08/2025), berubah menjadi arena “pertempuran” ide dan semangat literasi.
Di hadapan 180 peserta yang terdiri dari guru TK/RA/PAUD, guru SD, anggota organisasi wanita, pustakawan, orang tua, dan para pegiat literasi, Avan Fathurrahman, M.Pd tampil penuh energi membawakan materi Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep sebagai upaya strategis menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan gestur tegas dan suara yang mengalun dinamis, Avan menegaskan bahwa guru memiliki peran krusial dalam membangun jembatan antara siswa dan teks bacaan.
“Guru adalah jembatan yang menghubungkan siswa dengan teks yang dibaca,” ujarnya, sambil mengutip pesan Ki Hajar Dewantara yang tak lekang zaman, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.”
Di awal sesi, Avan mengupas tuntas lima pilar komponen membaca yang menjadi fondasi literasi anak. Pilar pertama, Kesadaran Fonem; kedua, Fonik; ketiga, Kosa Kata; keempat, Pemahaman Membaca; dan kelima, Kefasihan Membaca.
“Kelima pilar ini adalah kunci membentuk anak-anak yang tidak hanya bisa membaca, tapi juga memahami dan mencintai bacaan,” jelasnya.
Suasana pelatihan terasa hidup. Para peserta yang sebagian besar merupakan pendidik, pegiat literasi, hingga orang tua terlihat antusias mengikuti setiap sesi praktik membaca nyaring.

Bahkan, beberapa peserta berani tampil membacakan cerita dengan intonasi dan ekspresi penuh, mempraktikkan teknik yang baru saja dipelajari.
Di akhir kegiatan, Avan berpesan bahwa membaca nyaring bukan sekadar aktivitas membaca kata demi kata, tetapi sebuah seni menyampaikan makna dan emosi dari teks, sehingga anak-anak terhubung secara emosional dengan cerita yang dibaca.
“Membaca nyaring adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (REDJAVA****)








