JAVANETWORK.CO.ID SUMENEP – Di tengah kehidupan yang serba cepat dan individualistis, ada secercah cahaya kecil yang terus menyala dari jantung Kota Sumenep.
Cahaya itu berasal dari tangan-tangan sederhana yang bekerja dalam senyap membawa cinta, kepedulian, dan harapan untuk mereka yang selama ini hidup dalam bayang-bayang kesulitan.
Itulah wajah dari program “Bungturat” atau Nasi Bungkus Tujuan Akhirat, gerakan sosial kemanusiaan yang digagas oleh Komunitas Kita Berbagi Sosial (KBS) Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Jumat pagi penuh berkah ini, 25 bungkus nasi hangat kembali dibagikan kepada mereka yang paling membutuhkan: para pengayuh becak, kaum dhuafa, tunawisma, dan pekerja jalanan yang tak pernah lelah berjuang.
“Kami tak mencari pujian atau sorotan. Kami hanya ingin memberi. Karena kami percaya, satu bungkus nasi yang diberikan dengan ikhlas, bisa menjadi jembatan menuju ridha Allah dan pahala akhirat bagi siapa pun yang terlibat,” ungkap Ahmad Zahruddin, Ketua KBS Sumenep.
Program Bungturat bukanlah sekadar kegiatan bagi-bagi makanan. Ia adalah pesan cinta yang dikirimkan dari para dermawan kepada saudara-saudaranya yang membutuhkan.
Setiap senyuman yang lahir dari satu bungkus nasi adalah doa yang diam-diam mengetuk langit.
Distribusi dilakukan langsung ke titik-titik yang telah dipetakan, termasuk kawasan simpang tiga Mako Polres Sumenep.
Ahmad memastikan kegiatan ini akan terus berlanjut dan terbuka bagi siapa pun yang ingin menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.
“Bagi masyarakat yang ingin berbagi, bisa menyumbang dalam bentuk donasi atau keterlibatan langsung. Kami siap menjadi jembatan kebaikan Anda,” ajaknya.
Salurkan Kebaikan Anda Melalui:
– Admin KBS Sumenep: 0878-5008-8454 (Ahmad)
– Rekening Donasi: BSI 009501030078539 a.n. Kita Berbagi Sumenep
Ketika dunia mulai dingin oleh ego dan kesibukan, Bungturat hadir sebagai penghangat hati. Karena sejatinya, bahagia bukan soal seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa ikhlas kita mau memberi.
“Semoga apa yang kami lakukan hari ini, sekecil apa pun, bisa menjadi bekal kami di akhirat kelak.” pungkas Ahmad. (REDJAVA****)








