Angin Kencang Mengganas di Madura, BMKG Sumenep Minta Pelayaran Dihentikan: Bibit Siklon Ancam Sepekan ke Depan

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto,

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto,

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Cuaca ekstrem kembali membayangi wilayah Madura. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo Sumenep secara tegas mengimbau masyarakat pesisir dan kepulauan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas pelayaran, menyusul kondisi angin kencang berbahaya yang berpotensi memicu kecelakaan laut dan bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, menegaskan bahwa kecepatan angin saat ini telah melampaui batas aman untuk aktivitas penyeberangan, terutama bagi perahu nelayan dan kapal berukuran kecil.

“Kondisi ini sangat tidak memungkinkan untuk pelayaran. Kecepatan angin yang terjadi sekarang sudah masuk kategori membahayakan keselamatan,” kata Ari saat dikonfirmasi media ini, Jum’at (23/01/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, angin kencang tidak hanya mengganggu stabilitas kapal, tetapi juga secara langsung memengaruhi kemampuan awak kapal dalam mengendalikan pergerakan di laut.

“Dalam kondisi seperti ini, olah gerak kapal sangat terganggu. Bahkan untuk sekadar berdiri saja sudah terasa sulit, apalagi bermanuver di laut terbuka,” ujarnya.

Ari menjelaskan, kapal yang dipaksakan berlayar dalam situasi tersebut berisiko tinggi karena harus melawan arah angin dan gelombang, sehingga membuka peluang terjadinya kecelakaan laut.

“Kalau dipaksakan berlayar, kapal akan mengambil jalur berisiko. Selain berbahaya, konsumsi bahan bakar juga akan meningkat jauh lebih besar,” tegasnya.

Ia menekankan, keselamatan harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan ekonomi jangka pendek.

“Demi keselamatan bersama, kami sangat menyarankan aktivitas pelayaran ditunda terlebih dahulu sampai kondisi cuaca kembali normal,” imbuh Ari.

BMKG mencatat bahwa angin kencang juga berpotensi menimbulkan gangguan serius di wilayah daratan. Ari mengingatkan masyarakat agar mewaspadai risiko kerusakan bangunan dan tumbangnya pohon.

“Di daratan, angin kencang bisa merusak rumah yang konstruksinya kurang kuat dan menumbangkan pohon-pohon yang tidak terawat. Ini tidak boleh dianggap sepele,” tambahnya.

BMKG juga mengimbau para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di jalur-jalur terbuka yang rawan diterjang hembusan angin secara langsung.

“Pengendara harus menyesuaikan kecepatan dan ekstra hati-hati, karena angin kencang bisa memicu kecelakaan lalu lintas,” imbau Ari.

Lebih lanjut, Ari mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem di Madura diperkirakan berlangsung setidaknya selama sepekan ke depan. Hal ini dipicu oleh dinamika atmosfer regional, termasuk kemunculan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

Baca Juga :  Malam Takbir Idul Adha 1446 H, Bupati Fauzi dan Pangdam Rudy Saladin Lepas Pawai Islami Bersama

BMKG sendiri mendeteksi adanya pusat tekanan rendah di bawah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berpotensi berkembang menjadi sistem badai.

“Saat ini terpantau bibit siklon di bawah NTT yang cukup kuat dan berpotensi berkembang menjadi badai. Dampaknya sudah terasa melalui perubahan pola angin yang semakin kencang,” ungkapnya.

Keberadaan sistem tersebut menyebabkan massa uap air tersedot ke pusat tekanan rendah, sehingga wilayah Madura hanya dilintasi awan tanpa hujan merata, namun disertai hembusan angin kencang.

Baca Juga :  Hadirkan Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq Sampang, Pemkab Gelar Sumenep Bersholawat Dihadiri Ribuan Umat Islam

Ari menambahkan, meski posisi bibit siklon masih berada di wilayah Australia, dampaknya tetap dirasakan secara tidak langsung di Indonesia.

“Sistemnya memang masih berada di Australia, tetapi karena posisinya relatif dekat, efeknya tetap memengaruhi wilayah Indonesia, termasuk Madura,” jelas Ari.

BMKG memperkirakan, durasi cuaca ekstrem kali ini berpotensi lebih panjang dibandingkan pola cuaca biasa yang umumnya hanya berlangsung tiga hingga empat hari.

“Karena ini sudah masuk kategori bibit badai, maka durasinya bisa lebih lama. Selama sistemnya masih aktif dan belum melemah, potensi angin kencang akan tetap ada,” pungkasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah pesisir, kepulauan, dan jalur pelayaran Madura. (REDJAVA/$$$)

Baca Juga :  Berikan Rasa Aman, Polsek Prenduan Sambangi Kantor Perbankan

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU