AMDK A-Z Pancor Dikeluhkan Konsumen

Rabu, 5 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gudang AMDK M-Z di Desa Pancor Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep

Gudang AMDK M-Z di Desa Pancor Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merk A-Z dikeluhkan para konsumen pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, air mineral di produksi terletak Desa Pancor, Kecamatan Gayam, disinyalir rasanya berbeda bau bercampur tanah.

Keluhan itu disampaikan para konsumen dan pedagang sembako Desa Pancor, Misbahul Munir, bahwa kualitas air mineral merk A-Z sudah tidak layak untuk dikonsumsi, sebab ada rasa berbeda bau bercampur tanah.

“Itu bukan kali ini dapat respon jelek dari para konsumen lokal dan ditengah masyarakat, khususnya pulau sapudi,” ucap Misbahul Munir.

Menurutnya, harga jual air kemasan merk A-Z ini hampir setara dengan jenis produk dari luar pulau Jawa, namun kualitas semakin menurun.

Baca Juga :  Kapolda Resmikan Gedung Polisi Istimewa dan 3 Fasilitas Baru Milik Polda Jatim

Sehingga, tidak sedikit masyarakat yang belanja mengeluhkan tentang produk air mineral A-Z ini mulai berbau.

“Banyak suara konsumen begitu. Suruh saya taruh buktinya,” ungkap pemuda yang akrab disapa Misbah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, minggu lalu.

Bahkan tak hanya rasa yang bau, Misbahul Munir mengaku sempat menjumpai air merk A-Z yang diduga sudah lumutan alias kotor.

“Perlu diperhatikan, karena airnya ada yang lumutan. Banyak tempat ibadah sekarang mengkonsumsi air A-Z, itu pun masih sempat lumutan,” ungkapnya.

Sehingga, dirinya merasa tidak layak dan tidak lagi mau nyetok terlalu banyak yang selama ini air kemasan menjadi primadona warga setempat.

Pihaknya meminta agar ada pengawasan dari pihak terkait, yakni Disperindag memberikan tindakan tegas.

Baca Juga :  Keseruan Lomba Fun Run, Dandim Berikan Hadiah Kepada Anggota dan PNS Kodim 0827/Sumenep

“Disperindag harus tegas, karena produk ini sudah beredar yang akan berdampak buruk terhadap kesehatan,” harapnya.

Terpisah, salah satu pengusaha air yang namanya tidak mau disebutkan menilai, berubahnya rasa air mineral itu karena kurang maintenance pada alat produksi yang digunakan.

“Air berbau itu biasanya kurangnya maintenance rutin pada alat-alat yang ada, terutama pada medianya. Sekelas AMDK harusnya rutin, air isi ulang saja 2-3 kali sehari dibersihkan,” terangnya.

Air berbau itu bukan mengacu pada bahan baku yang ada. menurutnya hal itu terjadi lebih mengarah pada alat-alat yang berada di dalam pabriknya, terutama pada alat pengolah airnya.

“Itu pengalaman yang saya temukan saat setelah bertahun-tahun berbisnis air,” tukasnya.

Baca Juga :  SDN Pakandangan Sangra Bluto Gandeng UMMI Foundation untuk Tingkatkan Kompetensi Baca Al-Qur'an

Hingga berita ini tayang, media ini masih kesulitan menghubungi Direktur perusahaan AMDK merk A-Z untuk dilakukan konfirmasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Sumenep, Chainur Rasyid, SE, MSi mengatakan bahwa masalah produksi air mineral adalah kewenangan provinsi.

“Itu kewenangan provinsi penidakannya,” ujarnya.

Namun, pihaknya sudah menyampaikan terkait masalah tersebut, kepada UPT perlindungan konsumen Disperindag Provinsi Jawa Timur dan mengimbau untuk dilakukan penarikan edar kalau ditemukan ada masalah.

Kalau memang ada yang meresahkan masyarakat agar Provinsi segera ditarik produk dari peredaran.

“Sebelum produksi harusnya ada ijin dulu, sebelum produksi silahkan di cek dulu, itu kewenangan Disperindag provinsi,” tutupnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Kemenag Sumenep Genjot Mutu Pendidikan Anak Usia Dini, Sasar Dua RA Binaan Yayasan Perwanida
Aksi Kurve Dispusip Sumenep dan Yonif 931/JK Jadi Langkah Nyata Menjaga Cagar Budaya
Bimtek LKPM DPMPTSP Sumenep Cetak Lonjakan Investasi Rp32,88 Miliar dalam Dua Hari
Nelayan 72 Tahun Meninggal Dunia, Perahu Karam di Perairan Pakamban Laok Sumenep
Muktamar NU ke-35 Kian Dekat, PCNU Sumenep Ajak Pengurus Perbanyak Munajat dan Riyadhoh
Audiensi PCM Kota Sumenep dan Camat Kota Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah
Hadapi Era Disrupsi, MTsN 2 Sumenep Susun Kurikulum Baru Demi Cetak Lulusan Tangguh
BAZNAS Sumenep Perkuat Kepercayaan Publik Lewat Audit Keuangan Tahun 2025

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:31 WIB

Kemenag Sumenep Genjot Mutu Pendidikan Anak Usia Dini, Sasar Dua RA Binaan Yayasan Perwanida

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:16 WIB

Aksi Kurve Dispusip Sumenep dan Yonif 931/JK Jadi Langkah Nyata Menjaga Cagar Budaya

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:22 WIB

Bimtek LKPM DPMPTSP Sumenep Cetak Lonjakan Investasi Rp32,88 Miliar dalam Dua Hari

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:11 WIB

Nelayan 72 Tahun Meninggal Dunia, Perahu Karam di Perairan Pakamban Laok Sumenep

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:55 WIB

Muktamar NU ke-35 Kian Dekat, PCNU Sumenep Ajak Pengurus Perbanyak Munajat dan Riyadhoh

Berita Terbaru