JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Akun WhatsApp milik Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., kembali menjadi sasaran peretasan (hack) oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Insiden ini memicu kekhawatiran luas, lantaran pelaku menggunakan identitas resmi Wabup untuk menjalankan modus penipuan, khususnya yang mengatasnamakan kode perbankan Bank Mandiri.
Informasi tersebut disampaikan secara resmi melalui pengumuman yang dirilis Protokol dan Humas Pondok Pesantren At-Taufiqiyah, sekaligus menjadi peringatan terbuka kepada masyarakat agar tidak menanggapi pesan apa pun yang dikirim dari nomor tersebut.
Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa pesan-pesan yang beredar sepenuhnya bukan berasal dari dirinya.
“Saya tegaskan, akun WhatsApp saya kembali diretas. Pesan apa pun yang meminta kode, data pribadi, atau mengatasnamakan kepentingan tertentu itu bukan dari saya. Mohon masyarakat tidak merespons sama sekali,” kata KH. Imam Hasyim, Minggu (04/02/2026).
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan modus kode Bank Mandiri dengan format angka ‘14000…’, yang secara resmi bukan merupakan sistem kode Bank Mandiri wilayah Jawa, sebagaimana telah dikonfirmasi langsung ke pihak Bank Mandiri Sumenep.
“Kode Bank Mandiri tidak menggunakan format seperti itu. Informasi resmi dari Bank Mandiri Sumenep menyatakan bahwa kode ‘14000…’ adalah kode luar Jawa dan sangat kuat indikasinya sebagai penipuan,” ujarnya menambahkan.
Pihaknya pun meminta masyarakat, tokoh agama, pejabat, hingga relasi pribadi untuk meningkatkan kewaspadaan digital, mengingat aksi peretasan terhadap figur publik berpotensi merugikan banyak pihak dan mencederai kepercayaan publik.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau mengabaikan seluruh pesan mencurigakan, tidak membagikan kode OTP, serta segera melaporkan jika menemukan upaya penipuan yang mengatasnamakan Wakil Bupati Sumenep. (REDJAVA****)












