JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Seorang aktivis Pramuka, Moh Iskil El Fatih, melayangkan kritik keras terhadap kegiatan yang digelar Komite OSIS Nasional.
Ia menuding panitia acara bertajuk “Pendidikan Kader Pramuka Bela Negara: Peran Aktif Anggota Pramuka dalam Menjalankan Kehidupan Bernegara” telah mencatut nama, logo, dan simbol Gerakan Pramuka tanpa izin resmi dari Kwartir Nasional (Kwarnas).
“Ini tindakan yang sangat tidak etis dan tidak bertanggung jawab,” tegas Iskil dalam keterangannya, Jum’at (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penggunaan logo dan tunas Pramuka secara sepihak mencederai marwah organisasi kami yang menjunjung tinggi etika dan integritas.” imbuhnya.
Iskil, yang juga merupakan anggota Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Sumenep, menyatakan telah melakukan pengecekan terhadap legalitas organisasi yang mengatasnamakan Komite OSIS Nasional.
“Saya cek di website resmi Kemenkumham, tidak terdaftar organisasi dengan nama itu. Artinya, ini bodong,” tegasnya.
Dirinya mendesak pihak yang mengklaim sebagai Ketua Komite OSIS Nasional untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Kwarnas dan seluruh anggota Pramuka se-Indonesia.
“Kalau tidak ada itikad baik, saya siap tempuh jalur hukum,” ancam Iskil.
Di sisi lain, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka juga telah merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa mereka tidak pernah memberikan izin atas penggunaan nama, logo, maupun simbol Pramuka dalam kegiatan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan melalui laman resmi www.pramuka.or.id.
“Kami menegaskan, seluruh penggunaan nama dan simbol Pramuka harus melalui prosedur sah dan koordinasi yang baik antarlembaga,” bunyi pernyataan Kwarnas. Tindakan sepihak ini jelas merugikan citra Pramuka dan melanggar etika organisasi.” pungkasnya.
Lebih lanjut, Kwarnas menyatakan akan mengambil langkah tegas untuk menjaga kehormatan organisasi dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (REDJAVA****)










