Akhmadi Yasid: Kemerdekaan Adalah Warisan Ulama dan Amanah Mengawal Aspirasi Wong Cilik

- Redaksi

Minggu, 17 Agustus 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akhmadi Yasid: Kemerdekaan Adalah Warisan Ulama dan Amanah Mengawal Aspirasi Wong Cilik

Akhmadi Yasid: Kemerdekaan Adalah Warisan Ulama dan Amanah Mengawal Aspirasi Wong Cilik

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Politisi muda yang kini duduk di DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, SH, MH, menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukan sekadar peristiwa historis lepas dari penjajahan.

Bagi dirinya, kemerdekaan adalah warisan besar perjuangan para ulama, santri, dan kiai sekaligus amanah bagi generasi penerus, khususnya para politisi PKB.

Sebagai anggota Fraksi PKB DPRD Sumenep, anggota Badan Anggaran (Banggar), serta wakil rakyat asal Dapil II, Yasid menilai makna kemerdekaan harus dipahami secara utuh: historis, kekinian, sekaligus simbolik di tingkat lokal.

“Kemerdekaan bagi kami bukan hanya bebas dari penjajah, tapi juga merdeka untuk menegakkan ajaran agama, menjaga pesantren, dan melanjutkan perjuangan kiai dalam membangun bangsa,” ujarnya kepada media ini, Minggu (17/08/2025).

Dalam perspektif kekinian, lanjut Yasid, kemerdekaan adalah ruang politik untuk memperjuangkan aspirasi rakyat kecil, mulai dari petani tembakau, nelayan, hingga masyarakat desa.

Baca Juga :  Manding Tak Hanya Punya Festival, Tapi Juga Rasa Kepedulian

Ia menegaskan, kehadirannya di kursi DPRD bukan semata simbol kekuasaan, melainkan mandat untuk mengawal kebijakan daerah agar berpihak pada wong cilik.

“Kemerdekaan berarti kebebasan menggunakan jalur demokrasi untuk mewujudkan keadilan sosial. Dan bagi saya pribadi, duduk di DPRD adalah amanah rakyat yang harus diwujudkan dalam kebijakan nyata,” jelasnya.

Tak berhenti di sana, Yasid juga menekankan makna simbolik kemerdekaan di daerah. Di Sumenep, kemerdekaan harus diwujudkan dalam pembangunan yang merata hingga pelosok desa, tanpa meninggalkan akar budaya Madura.

“Bagi masyarakat Madura, merdeka berarti desa-desa tidak boleh tertinggal dari kota. Kita harus tetap menjaga identitas budaya dan tradisi, sambil memastikan masyarakat mendapat manfaat dari pembangunan modern,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bukan Sekadar Trofi, Plt Kadisperkimhub Sumenep Sebut Makna di Balik Juara Turnamen Voli
Lomba Dayung Sampan Meriahkan Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi: Warisan Budaya Adalah Jiwa Daerah
Polantas Menyapa di Sumenep, Polisi Ajak Warga Jadikan Keselamatan sebagai Budaya di Jalan
Rakorcab PDI Perjuangan Sumenep Jadi Momentum Panaskan Mesin Partai
Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri
Semarak Sape Sonok 2026 di Sumenep, Staf Ahli Bupati Bicara Budaya hingga Ekonomi Lokal
Polisi Sumenep Sikat Peredaran Miras, 17 Botol Arak Bali Diamankan
Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 931/KJ Padamkan Kebakaran Lahan di Kebunan

BERITA TERKAIT

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:06 WIB

Bukan Sekadar Trofi, Plt Kadisperkimhub Sumenep Sebut Makna di Balik Juara Turnamen Voli

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Lomba Dayung Sampan Meriahkan Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi: Warisan Budaya Adalah Jiwa Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Polantas Menyapa di Sumenep, Polisi Ajak Warga Jadikan Keselamatan sebagai Budaya di Jalan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Rakorcab PDI Perjuangan Sumenep Jadi Momentum Panaskan Mesin Partai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Cabe Jamu Sumenep Dibidik Tembus Pasar Dunia, Kemensos Berdayakan 220 KPM Jadi Petani Mandiri

BERITA TERBARU