JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Politisi muda yang kini duduk di DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, SH, MH, menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukan sekadar peristiwa historis lepas dari penjajahan.
Bagi dirinya, kemerdekaan adalah warisan besar perjuangan para ulama, santri, dan kiai sekaligus amanah bagi generasi penerus, khususnya para politisi PKB.
Sebagai anggota Fraksi PKB DPRD Sumenep, anggota Badan Anggaran (Banggar), serta wakil rakyat asal Dapil II, Yasid menilai makna kemerdekaan harus dipahami secara utuh: historis, kekinian, sekaligus simbolik di tingkat lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemerdekaan bagi kami bukan hanya bebas dari penjajah, tapi juga merdeka untuk menegakkan ajaran agama, menjaga pesantren, dan melanjutkan perjuangan kiai dalam membangun bangsa,” ujarnya kepada media ini, Minggu (17/08/2025).
Dalam perspektif kekinian, lanjut Yasid, kemerdekaan adalah ruang politik untuk memperjuangkan aspirasi rakyat kecil, mulai dari petani tembakau, nelayan, hingga masyarakat desa.
Ia menegaskan, kehadirannya di kursi DPRD bukan semata simbol kekuasaan, melainkan mandat untuk mengawal kebijakan daerah agar berpihak pada wong cilik.
“Kemerdekaan berarti kebebasan menggunakan jalur demokrasi untuk mewujudkan keadilan sosial. Dan bagi saya pribadi, duduk di DPRD adalah amanah rakyat yang harus diwujudkan dalam kebijakan nyata,” jelasnya.
Tak berhenti di sana, Yasid juga menekankan makna simbolik kemerdekaan di daerah. Di Sumenep, kemerdekaan harus diwujudkan dalam pembangunan yang merata hingga pelosok desa, tanpa meninggalkan akar budaya Madura.
“Bagi masyarakat Madura, merdeka berarti desa-desa tidak boleh tertinggal dari kota. Kita harus tetap menjaga identitas budaya dan tradisi, sambil memastikan masyarakat mendapat manfaat dari pembangunan modern,” pungkasnya. (REDJAVA****)









