JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Tekanan inflasi di Kabupaten Sumenep sepanjang 2025 menutup tahun dengan tren menguat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Desember 2025 inflasi year on year (y-on-y) Sumenep mencapai 3,75 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 113,82. Capaian ini menunjukkan kenaikan harga yang meluas di hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat.
Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Joko Santoso, menegaskan bahwa inflasi tahunan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh meningkatnya harga pada sebagian besar komoditas konsumsi rumah tangga.
“Inflasi year on year di Sumenep sebesar 3,75 persen ini menunjukkan adanya tekanan harga yang relatif merata di berbagai kelompok pengeluaran, terutama kelompok yang berkaitan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat,” kata Joko Santoso, Rabu (7/1/2026).
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu pendorong utama dengan inflasi 3,44 persen, seiring meningkatnya harga sejumlah bahan konsumsi.
“Tekanan serupa juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami kenaikan 2,11 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 1,67, persen,” tambahnya.
Namun, perhatian khusus tertuju pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat lonjakan paling tajam, yakni 21,42 persen, jauh melampaui kelompok pengeluaran lainnya.
“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi. Ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap layanan berbasis jasa serta adanya penyesuaian harga yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025,” jelasnya.
Selain itu, kenaikan harga juga tercatat pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,02 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,02 persen, serta kelompok kesehatan yang naik 0,68 persen.
“Sementara itu kelompok transportasi mengalami inflasi 0,31 persen, dan informasi, komunikasi, serta jasa keuangan tercatat relatif stabil dengan kenaikan 0,03 persen,” sambungnya.
Secara bulanan, BPS mencatat inflasi month to month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,78 persen. Adapun secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi year to date (y-to-d) Sumenep juga mencapai 3,75 persen, sejalan dengan inflasi tahunan.
“Secara umum, inflasi Desember ini mencerminkan akumulasi tekanan harga sepanjang tahun 2025. Ke depan, pengendalian inflasi perlu difokuskan pada kelompok pengeluaran strategis agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkas Joko Santoso.
Data ini menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam merumuskan kebijakan stabilisasi harga, terutama menjelang dinamika ekonomi awal 2026. (REDJAVA****)











