Air Mata di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Serahkan Becak Listrik Kepada Warga Tangguh

- Redaksi

Senin, 14 Juli 2025 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air Mata di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Serahkan Becak Listrik Kepada Warga Tangguh

Air Mata di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Serahkan Becak Listrik Kepada Warga Tangguh

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Deru masa depan mulai terdengar di jalanan Sumenep. Sebanyak 25 unit becak kayu berbasis listrik disalurkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam sebuah seremoni penuh makna di Pendopo Keraton Sumenep, Senin (14/7/2025).

Bantuan ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol penghargaan atas peluh yang tak pernah berhenti mengayuh.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, didampingi oleh perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Tim Akselerasi dan Sinkronisasi (Taskin), serta sejumlah pejabat daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami karena perhatian dari pemerintah pusat terhadap para pengayuh becak begitu nyata melalui pemberian becak listrik ini,” ujar Bupati Fauzi dalam sambutannya.

Menurutnya, program ini bukan inisiatif mendadak. Sejak tiga tahun terakhir, bantuan becak listrik telah menjadi prioritas

Baca Juga :  Camat Guluk-Guluk Dorong Anak Berani Berkreasi di Hari Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai

Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para pekerja sektor informal. Kehadirannya diyakini mampu mengangkat taraf hidup para pengayuh becak.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang telah mewujudkan inisiatif ini melalui kolaborasi lintas lembaga,” tambah Bupati Fauzi.

Data di lapangan menunjukkan bahwa dengan becak manual, pengayuh hanya mampu melayani sekitar 2–4 penumpang per hari.

Namun dengan teknologi becak listrik, potensi layanan bisa meningkat menjadi 10 penumpang per hari sebuah lonjakan signifikan dalam produktivitas dan penghasilan.

Bupati Fauzi juga menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan kali ini adalah warga asli Kabupaten Sumenep dengan rata-rata usia sekitar 60 tahun.

“Semoga bantuan serupa terus bergulir hingga menyentuh 614 pengayuh becak yang terdata di seluruh Sumenep,” tutupnya. 

Sementara itu, Tenaga Ahli Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Novia Ayu Endah Budiarsi, menyebut bahwa penyaluran becak listrik ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat dan Yayasan GSN, dalam rangka mendorong percepatan pengentasan kemiskinan di daerah.

“Sumenep dipilih sebagai lokasi penyaluran pertama di Pulau Madura karena dianggap memiliki kesiapan dan komitmen kuat menjalankan program ini,” jelas Novia.

Pada hari yang sama, bantuan serupa juga disalurkan ke tiga kabupaten lain di Madura Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan, masing-masing menerima 25 unit. Total untuk wilayah Jawa Timur, terdapat 100 unit becak listrik yang telah didistribusikan dalam tahap ini.

Baca Juga :  Menuju Tata Kelola Publikasi yang Akuntabel, SMSI Sumenep Dukung E-Katalog

Yudhi Samhana, Pengurus Pusat Yayasan GSN, menambahkan bahwa selama sepekan terakhir, pihaknya telah menyalurkan 200 unit becak listrik di delapan kabupaten empat di Madura dan empat lainnya di Jawa Tengah. Secara nasional, program ini telah merealisasikan sebanyak 706 unit becak listrik.

“Kami akan terus berupaya memenuhi kebutuhan para pengayuh becak di Sumenep yang belum tersentuh bantuan,” tegas Yudhi.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan becak listrik. Pemerintah daerah diberi tanggung jawab penuh untuk memastikan bahwa alat ini benar-benar digunakan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan para penerima.

“Becak listrik ini bukan hanya kendaraan, tetapi alat perjuangan. Kami ingin penggunaannya tepat sasaran dan tepat guna,” pungkasnya.

Melalui program ini, Pemerintah menunjukkan bahwa pembangunan tak hanya berpijak pada infrastruktur megah, tapi juga menyentuh mereka yang selama ini diam-diam berjuang di sudut jalan. Becak listrik bukan hanya alat bantu, tetapi simbol perubahan, keadilan sosial, dan harapan baru di Sumenep. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Bersama-Sama, 5 Orang Warga Desa Sepanjang Kecamatan Sapeken Menjadi Korban

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU