JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Kiprah kader muda Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari Kabupaten Sumenep kembali mengukir prestasi membanggakan. Seorang advokat muda, yang juga kader aktif GP Ansor Sumenep, resmi dilantik sebagai pengurus Pimpinan Wilayah Lembaga Bantuan Hukum (PW LBH) GP Ansor Jawa Timur.
Pelantikan berlangsung khidmat di Surabaya pada Minggu (13/4/2025), bersamaan dengan pengukuhan seluruh jajaran PW LBH GP Ansor se-Jawa Timur. Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan PW GP Ansor Jatim, tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama, serta perwakilan LBH dari berbagai daerah.
Advokat muda asal Sumenep itu dipercaya menempati posisi strategis dalam struktur kepengurusan PW LBH GP Ansor Jawa Timur periode 2025–2030. Penunjukan ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan organisasi terhadap kapasitas, integritas, dan loyalitas kader dari ujung timur Pulau Madura.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran LBH Ansor sebagai garda terdepan dalam membela masyarakat kecil dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan yang berlandaskan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah.
“LBH GP Ansor harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat, terutama kalangan akar rumput. Para advokat muda di lingkungan Ansor adalah kekuatan strategis yang perlu terus didukung,” tegasnya.
Sementara itu, advokat muda Dr (Cand.) Mawardi, S.Sos., S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur dan tanggung jawab besar atas amanah yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa kehadiran kader-kader muda di ruang-ruang advokasi hukum harus menjadi kekuatan perubahan yang berpihak kepada keadilan sosial dan nilai-nilai kebangsaan.
“Penegakan hukum yang berpihak pada rakyat kecil adalah amanat perjuangan Ansor yang tak bisa ditawar. Saya melihat LBH GP Ansor sebagai ruang strategis untuk memastikan hukum tidak hanya menjadi milik mereka yang berpunya, tetapi juga menjadi pelindung bagi yang lemah,” tegas Mawardi.
Ia juga menyebut bahwa keterlibatannya dalam kepengurusan ini akan menjadi saluran baru untuk memperkuat sinergi antara kader-kader Ansor di daerah, khususnya Madura, dengan gerakan hukum yang progresif di tingkat wilayah.
“InsyaAllah saya akan membawa semangat Madura yang santun, kritis, dan berani. Dengan kolaborasi yang solid, kita akan hadir di tengah masyarakat sebagai sahabat yang membela, bukan sekadar memberi nasihat hukum, tapi juga memberdayakan,” pungkasnya.
Diketahui, LBH GP Ansor merupakan lembaga otonom di bawah naungan GP Ansor yang fokus pada pemberian bantuan hukum kepada masyarakat kurang mampu, advokasi isu-isu sosial, serta penguatan literasi hukum di kalangan generasi muda Nahdliyin. Di tengah kompleksitas persoalan hukum masyarakat hari ini, eksistensi LBH ini diharapkan menjadi oase keadilan yang membumi. (REDJAVA****)











