JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep kembali meneguhkan langkah besarnya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berintegritas. Melalui kegiatan Pembinaan dan Penguatan Integritas ASN yang digelar di Aula Kantor Kemenag Sumenep, Kamis (28/8/2025), seluruh aparatur diingatkan untuk menjadikan integritas sebagai ruh pelayanan publik.
Acara tersebut menghadirkan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, H. Syaikhul Hadi, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa integritas bukanlah sekadar jargon, melainkan fondasi utama dalam setiap gerak langkah ASN.
“ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalitas. Integritas bukan hanya slogan, tapi harus benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku kerja sehari-hari,” tegas Syaikhul Hadi di hadapan ratusan peserta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini diikuti para Kepala Satuan Kerja Madrasah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Pengawas Madrasah, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Penyuluh Agama, serta ASN internal Kantor Kemenag Sumenep. Nuansa kebersamaan terasa kuat, seakan seluruh peserta sedang melakukan refleksi kolektif atas pentingnya menjaga amanah jabatan.
Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan lembaga yang kredibel, transparan, sekaligus dipercaya masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap ASN Kemenag Sumenep benar-benar menjadikan integritas sebagai pegangan utama. Dengan integritas, pelayanan kita kepada masyarakat akan lebih tulus, profesional, dan penuh tanggung jawab,” ungkap Abdul Wasid.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan, tetapi juga pengingat moral bagi seluruh ASN bahwa kepercayaan publik adalah aset yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Melalui komitmen kolektif, Kemenag Sumenep bertekad mewujudkan pelayanan publik yang tidak sekadar administratif, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan spiritual.
Dengan semangat integritas yang semakin diteguhkan, Kemenag Sumenep berharap seluruh ASN mampu mengaktualisasikan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan dedikasi dalam keseharian tugas. Dari Sumenep, teladan integritas itu diharapkan menjalar lebih luas, menjadi inspirasi dalam membangun birokrasi yang bersih dan melayani. (REDJAVA****)










