JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan zaman.
Bertempat di aula kantor Kemenag, sebanyak 50 peserta dari berbagai satuan kerja dan kecamatan mengikuti Pelatihan Peliputan Berita, Kamis (24/04/2025), sebagai upaya strategis memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan informasi publik yang profesional dan berdampak.
Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan dasar jurnalistik seperti teknik penulisan berita dan fotografi, tetapi juga memperluas wawasan mereka tentang distribusi konten melalui berbagai platform digital.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman, yakni Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Sumenep, Sudjatmiko, dan Pimpinan Redaksi Jawa Pos Madura, Lukman Hakim.
Kepala Kemenag Sumenep, KH. Abdul Wasid, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan publik.
“Era ini menuntut kita untuk adaptif. Setiap kegiatan keagamaan dan layanan sosial harus tidak hanya didokumentasikan, tetapi juga dikemas menjadi konten edukatif yang dapat diakses luas oleh masyarakat,” kata KH. Abdul Wasid.
Menurutnya, melalui penguatan kapasitas ini, para penyuluh dan pegawai Kemenag diharapkan mampu menjadi agen literasi dan komunikasi yang menjembatani program-program instansi dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu salah satu peserta, Abdul Adhim, S.D.I., Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Pasongsongan yang membidangi program keluarga sakinah dan pengembangan ekonomi umat, mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan ini.
“Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas sarana edukasi dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan kemampuan menyampaikan informasi secara profesional, kami dapat mengangkat potensi dan program KUA ke ruang publik secara lebih efektif dan terpercaya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kemenag Sumenep atas inisiatif kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih atas komitmen Bapak KH. Abdul Wasid dalam mendorong inovasi layanan. Semoga pelatihan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pembangunan spiritual dan sosial masyarakat,” tandasnya.
Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem komunikasi yang selaras dengan visi Kemenag sebagai pelopor inovasi layanan keagamaan.
Melalui keterampilan jurnalistik yang mumpuni, diharapkan setiap program dapat disampaikan secara informatif, transparan, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Lebih dari sekadar pelatihan, ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan wajah baru birokrasi keagamaan yang tidak hanya melayani, tetapi juga menginspirasi.
Kemenag Sumenep membuktikan bahwa dari balik pena dan lensa kamera, reputasi dan kepercayaan publik dapat dibangun secara kokoh dan berkelanjutan. (REDJAVA****)











