Abah Anton Mantan Wali Kota Malang, Kini Sukses Geluti Bisnis Kuliner dan Kebun Durian

Rabu, 1 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mochamad Anton yang dikenal dengan sebutan Abah Anton Mantan Wali Kota Malang Sedang di Lahan Duriannya, Kini Bisnis Kuliner Bernama Abundacio Cafe (foto. by Dok. Suaraindonesia.co.id)

Mochamad Anton yang dikenal dengan sebutan Abah Anton Mantan Wali Kota Malang Sedang di Lahan Duriannya, Kini Bisnis Kuliner Bernama Abundacio Cafe (foto. by Dok. Suaraindonesia.co.id)

Javanetwork.co.id, Malang – Semua kalangan masih tetap ingat dengan sosok Mochamad Anton, yang akrab disapa Abah Anton yang sudah lama tidak terdengar. Mantan Wali Kota Malang ini, sekarang hari-harinya sibuk dengan berkebun, yaitu kebun durian dan juga bisnis kuliner bernama Abundacio Cafe and Eatery di kebun Duriannya, (1/12).

Kebun durian dan Abundacio Cafe milik Abah Anton yang berlokasi di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari Kota Malang dengan jarak tempuh sekitar 5 km dengan waktu sekitar kurang lebih 15 menit sudah sampai ke lokasi.

Begitu masuk gerbang, kamu langsung disuguhi dengan banyaknya pohon durian yang berbuah besar dan lebat. Banyak pengunjung yang mengabadikan foto di pohon durian yang berbuah besar tersebut. Bahkan Abah Anton pun melayani foto bersama dengan para pengunjung.

Baca Juga :  Kemiskinan Itu Nyata, Tapi Datanya Selalu Diperdebatkan

Di kebun dengan luas 4 hektar ini, ada 400 batang pohon Durian dengan berbagai jenis. Terutama jenis Durian Montong, selebihnya ada Durian Bawor, Durian Matahari dan yang paling spesial Durian Kunir atau Kunyit. Dalam sehari, Kafe Abah Anton ini bisa menghabiskan 500 buah Durian, loh.

Abah Anton mengatakan, ide mendirikan bisnis kuliner ini berawal dari hobinya makan durian.

“Sebetulnya Kebun Durian saya ini dulu adalah pertama karna hobi saya makan Durian. Terlalu hobi akhrinya saya keliling saya coba cari Durian itu akhrinya lama kelamaan saya punya kebun Durian,” ujar Abah Anton.

Lanjut Abah Anton, pada tahun 1998, ia mempunyai tanah di Petungsewu, namun tanah yang ditanaminya sebelumnya adalah Jeruk. Karena cintanya, akhirnya tanaman Jeruk dirubah sebagian besar menjadi Pohon Durian.

Baca Juga :  Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

“Tapi saya ingin coba karna saya senang Durian saya cobalah varian durian untuk bisa ditanam ditempat ini. Akhirnya saya memanggil pertanian dari Bogor waktu itu. Saya coba hitung ketinggian 750 mdpl sangat bagus, akhirnya saya perintahkan tanam disini dan kita coba,” bebernya.

Dia berkeinginan Durian menjadi varian Utama di kebunnya. Karena selama ini, Petungsewu daerah wisata petik dan penghasil Jeruk.

“Terus terang saya ingin Durian jadi varian utama disini, karena apa, karena daerah disini ada tempat wisata petik Jeruk. Dengan adanya hasil maksimal dan hasil yang baik disini bisa dirasakan seluruh kalangan masyarakat akhirnya masyarakat kita ikut andil dalam hal mengembangkan varian Durian ditempat ini. Mengapa? karena percontohannya sudah mereka anggap berhasil dan yang paling utama untuk memberdayakan masyarakat daerah sekitar sini,” ujarnya.

Baca Juga :  Polri Kerahkan Pesawat Distribusikan Bantuan Kemanusiaan ke Warga Palestina di Gaza

Abah Anton berani mengambil langkah yang berbeda dengan petani Jeruk lainnya. Sebab menurutnya harga pasar Jeruk tidak stabil.

“Terus terang daerah sini adalah pertanian Jeruk yang selama ini masyarakat memang sangat sulit untuk mengeluarkan Jeruk itu setelah hasil panen, karena terlalu besar lahan yang dimiliki namun harganya tidak mengikuti. Akhirnya dengan Durian inilah bisa kita berhasil untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” katanya.

Tak hanya sekedar Cafe dan Kebun, Abah Anton juga berencana kembangkan Wisata Edukasi Pertanian.

“Nanti kita juga jual bibit Durian supaya masyarakat ga jauh-jauh beli bibit Durian dari Bogor,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
Capaian Sensus Ekonomi 2026 Sumenep Tembus 48,31%, Warga Bebas Pilih Cara Isi Kuesioner
Setelah Tergerus Cuaca Ekstrem, DKPP Sumenep Yakin Lahan Tembakau 2026 Bangkit Lebih Luas
Musibah Kebakaran Guluk-Guluk Sumenep: Dinsos P3A Pastikan Korban Tak Sendiri Hadapi Musibah

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:02 WIB

Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:49 WIB

Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:06 WIB

Capaian Sensus Ekonomi 2026 Sumenep Tembus 48,31%, Warga Bebas Pilih Cara Isi Kuesioner

Berita Terbaru