Milad Kesti TTKKDH ke-79, Kapolri ini Warisan Leluhur Yang Wajib Dilestarikan Generasi Muda

- Redaksi

Minggu, 9 Oktober 2022 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi Saat Bersama Ketum Kesti TTKDH

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi Saat Bersama Ketum Kesti TTKDH

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Peringatan hari lahir atau Milad Kesenian Tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) ke-79 digelar secara akbar di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu malam (8 Oktober 2022).

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi mengatakan, kesenian tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir adalah warisan budaya leluhur.

“Ketika dikenal di Banten, kita harapkan dibawa ke internasional. Kedepan tidak hanya di 8 provinsi, tetapi bisa di 34 provinsi,” ujar Kapolri Jenderal Drs Listyo Sigit Prabowo MSi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait penghargaan UNESCO bidang budaya, menurut dia, jangan hanya di bidang seni budaya saja. Tetapi atlet bisa meraih prestasi di ajang nasional dan internasional dari Kesti TTKKDH

Baca Juga :  Bukber Karyawan PT. Tempo Scan Group Kapolda Jatim Himbau Tingkatkan Kewaspadaan Saat Mudik Lebaran

“Generasi muda harus melanjutkan seni budaya Kesti TTKKDH, harus terus dijaga, dilatih dan dibesarkan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPP Kesti TTKKDH Wahyu Nurjamil mengatakan, pada milad TTKKDH ke 70 tahun menampilkan beragam kegiatan. Dan perayaan tahun berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Kami ingin milad ke 70 Kesti TTKKDH diangkat ke level nasional,” ujarnya

Rangkaian Milad kali ini beragam pertunjukan, dari pentas budaya KESTI TTKKDH Kampung Jawara KESTI TTKKDH, laskar urutan Cimande, pengobatan alternatif hingga penampakan golok raksasa Ciomas dan paku raksasa Al Madad serta pertunjukan Debus.

Puncaknya digelar ritual keceran Tjimande yang merupakan tradisi Kesti TTKKDH dengan menampilkan seni bela diri Pencak Silat.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Bertolak Menuju Ketiga Negara Asia Timur

Untuk diketahui KESTI TTKKDH merupakan Organisasi atau perguruan yang bergerak di bidang seni dan budaya pencak silat yang beraliran cimande.

Di bentuk sejak tahun 1952 dengan anggota sebanyak 6 juta yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Indonesia maupun di mancanegara.

“Keluarga KESTI TTKKDH sangat menjaga tradisi yang diwariskan oleh para kasepuhan Cimande, sehingga sampai saat ini budaya leluhur masih terus terjaga dan lestari Kelid, Tari Kolot, Urutan dan Keceran dari sejak cimande berdiri ratusan tahun silam,” ungkapnya.

Keceran adalah kegiatan tradisi ritual yang dilaksanakan setahun sekali di setiap bulan maulid oleh keluarga Cimande. Tradisi keceran Kesti TTKKDH adalah tradisi ditetesinya mata, hidung dan mulut anggota perguruan Kesti TTKKDH oleh air khusus yang telah diberikan doa-doa oleh para sesepuh perguruan tersebut.

Baca Juga :  Air Mata di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Serahkan Becak Listrik Kepada Warga Tangguh

Usai ditetesi air khusus tersebut, anggota perguruan kemudian melakukan ritual rujakan dimana mereka memakan atau meminum khusus yang terdiri dari 7 macam untuk setiap makanan dan minumannya.

Terakhir para anggota perguruan melakukan ritual gembrungan atau saling memijit tangan dan kaki yang sering mereka pergunakan untuk bertarung. Tidak sampai di situ, ritual keceran ini ditutup dengan aksi pencak silat khas TTKDH yang diiringi alat musik tradisional pencak silat. (REDJAVA/FRN****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU