Iksass Adalah Sukorejo Nusantara

- Redaksi

Jumat, 30 September 2022 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamflet Foto Penulis Mawardi MS ( Alumni Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo - Asal Iksass Sumenep)

Pamflet Foto Penulis Mawardi MS ( Alumni Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo - Asal Iksass Sumenep)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) didirikan dan dideklarasikan pada tanggal 1 Maret 1988 dan ditetapkan oleh Pimpinan/Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (KHR. As’ad Syamsul Arifin) yang tertuang dalam Surat Keputusan Nomor : 55/0828/A.1/X/1988. Pada Tanggal 1 Oktober 1988.

Pada tgl 10-15 September 1988 digelar Mubes I (Sidang paripurna terakhir, tgl 23 September 1988).

Sebagaimana yang dilansir dari website resmi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo bahwa “Hasil Mubes tersebut kemudian disahkan pada tgl 1 Oktober 1988 oleh KHR. As’ad Syamsul Arifin, sebagai Pengasuh Pesantren Sukorejo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan demikian, Iksass didirikan tanggal 12 Sya’ban 1408 H/ I Maret 1988 dan disahkan pada tanggal 1 Oktober 1988. Kemudian terjadi kesepakatan, Pengurus Pusat Iksass merayakan ulang tahunnya, berdasarkan tanggal disahkan oleh Kiai As’ad tanggal 1 Oktober, bukan berlandaskan kepada tanggal didirikannya, 1 Maret”.

Tujuan didirikan Organisasi IKSASS sebagaimana yang dijelaskan dalam website resmi IKSASS Pusat, selain untuk mengakomudir komunitas santri dan alumni di seluruh Nusantara, juga bertujuan untuk membantu merealisasikan semua program Pondok Pesantren.

Baca Juga :  Rakernis SDM, Kapolda Jatim Launching Mars Polda Jatim dan Aplikasi Semeru Gassus Presisi

Program Pondok Pesantren tidak hanya pada aspek pendidikan dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), akan tetapi juga bergerak pada bidang pelayanan, pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, bentuk pelayanan, pengabdian dan pemberdayaan tersebut adalah seperti yang tertuang dalam Wasiat Almarhum KHR. As’ad Syamsul Arifin yaitu sebagai berikut :

1. mencerdaskan kehidupan masyarakat dengan cara ikut berpartisipasi dalam bidang pendidikan, baik penguasaan ilmu pengetahuannya atau sistem menejerial.

2. ikut serta dalam pengembangan organisasi yang beliua turut andil untuk mendirikannya, yaitu Nahdlatul Ulama’ sebagai organisasi keagamaan sosial masyarakat.

3. Melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat pada sektor ekonomi, guna terciptanya tatanan makmur dan sejahtera. Tiga paradigma inilah yang menjadi pijakan dalam merealisasikan Program IKSASS.

Para santri yang semasa mengenyam pendidikan dan mengabdi di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo sudah dikenalkan dengan IKSASS dengan dikader sesuai dengan pengkaderan yang ada di Rayon IKSASS masing-masing baik dari pengkaderan Ta’aruf, Dirosah I, Dirosah II hingga pengkaderan tingkat paripurna di IKSASS Pusat Santri.

Hal demikian merupakan bentuk kongkrit dalam menyiapkan generasi penerus masa depan yang secara keilmuan keadaan dan keorganisasian nya dapat diaplikasikan baik di dalam pesantren terlebih setalah menjadi santri alumni di masyarakat secara luas.

Baca Juga :  Lebaran 2024, Kapal Cepat Ekspres Bahari 9C Layani Arus Mudik dan Balik Gratis, Berikut ini Rutenya

Sebab IKSASS bukan hanya ada saat menjadi santri aktif, akan tetapi IKSASS terus berkesinambungan hingga menjadi santri alumni yang diwadahi oleh IKSASS Alumni yang menyebar secara menyeluruh baik tingkat Komisariat, Sub Rayon dan juga Rayon yang aktif dan berkembang di masing-masing Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan bahkan ada sebagian perwakilan IKSASS Alumni yang berada di luar negeri, hal ini merupakan bukti kongkrit bahwa IKSASS tetap eksis dan memberikan kontribusi secara positif baik dalam kancah regional, nasional dan bahkan internasional semisal Amerika Serikat, Thailand, Malaysia dan lainnya.

Bagi santri alumni yang tetap berproses mengabdi dan berjuang di IKSASS Alumni masing-masing sesuai alamat domisili nya, secara esensi nya berarti tetap mengabdi dan berjuang di dalam lingkaran Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo yang ruang lingkupnya Nusantara bahkan mancanegara dengan tetap memegang teguh atas ajaran Salafiyah Syafi’iyah dan membumikan Rotibul Haddad dan Qosidah Burdah yang merupakan ruhnya santri Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dengan tetap menyambungkan Tawassul Batiniah kepada para Muassis, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

Baca Juga :  Forkopimda Jatim Dampingi Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk

Pada momentum Hari Lahir (HARLAH) IKSASS yang ke 34 tahun dengan tema “Merajut Kebersamaan Meneruskan Wasiat Perjuangan” dengan semboyan Berjuang Bersama Mengabdi Tanpa Batas serta menanamkan nilai-nilai Perjuangan KHR Syamsul Arifin, KHR As’ad Syamsul Arifin dan KHR Ach Fawaid As’ad, sebagai santri aktif dan santri alumni harus meneguhkan kembali himmah pengabdian dan perjuangan di IKSASS dengan mengedepankan kebersamaan dan meneruskan wasiat perjuangan Masyaikh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

“Santri yang keluar dari IKSASS, berarti keluar dari Salafiyah Syafi’iyah, jika santri keluar dari Salafiyah Syafi’iyah, berarti keluar dari Barisan Abah (KHR As’ad Syamsul Arifin) dan Embah (KHR Syamsul Arifin)” ini merupakan intisari dari dawuh KHR Ach Fawaid As’ad yang merupakan sosok founding father IKSASS, agar para santri dan alumni memiliki loyalitas dan solidaritas dalam berjuang dan mengabdi di IKSASS. (REDJAVA/MAWARDI)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Warga Perum Griya Mapan Sumenep Gelar Tasyakuran HUT RI, Kebersamaan Jadi Semangat Kemerdekaan
Pesan Camat Gapura di HUT ke-81 RI: Rawat Persatuan, Perkuat Gotong Royong
Bapemperda DPRD Sumenep Pacu 31 Raperda, 10 Masuk Tahap Fasilitasi
HUT ke-81 RI, Ainur Rahman: Perbakin Harus Ikut Wujudkan Indonesia Adil dan Makmur
Wabup Sumenep Hadiri Maulid Nabi dan Haul Khatib Paranggan, Ajak Masyarakat Rawat Ketakwaan
Pengajian Maulid Nabi di Raas Dipadati Warga, Jadi Momentum Kebersamaan dan Penutupan KKN
Polsek Pasongsongan Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Sabu, Operasi Tumpas Semeru 2026 Berbuah Penindakan
HUT RI ke-81, Warga BTN Sumenep Kobarkan Api Persaudaraan Lewat Pawai dan Gotong Royong

BERITA TERKAIT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Warga Perum Griya Mapan Sumenep Gelar Tasyakuran HUT RI, Kebersamaan Jadi Semangat Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Pesan Camat Gapura di HUT ke-81 RI: Rawat Persatuan, Perkuat Gotong Royong

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Bapemperda DPRD Sumenep Pacu 31 Raperda, 10 Masuk Tahap Fasilitasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:24 WIB

HUT ke-81 RI, Ainur Rahman: Perbakin Harus Ikut Wujudkan Indonesia Adil dan Makmur

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Wabup Sumenep Hadiri Maulid Nabi dan Haul Khatib Paranggan, Ajak Masyarakat Rawat Ketakwaan

BERITA TERBARU