Ketum FRN Agus Flores : 28 Ekskavator Disita Polda Sultra Harus Dilelang Negara, Nutupi Kerugian Negara Rp. 200 Miliyar

Minggu, 28 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Ketua Umum Fast Respon ( FRN) Agus Flores Meminta kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk melakukan Proses Hukum terhadap 28 Alat Ekskavator yang dilakukan menyegelan (Police Line) puluhan alat berat yang diduga beroperasi di dalam kawasan hutan lindung, tepatnya di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut) baru baru ini.

” Kalau 28 Alat Eskavator itu disita dan menjadi Sitaan Negara saya yakin Sekitar Rp. 200 Miliyar Uang Masuk Kenegara, caranya 28 Alat tersebut dilakukan Lelang Negara,” tegasnya .

Baca Juga :  Ini Kata Kabareskrim Mabes Polri Mengenai Peringatan Nuzulul Qur'an 1443 H

Memang Pernyataan Agus Flores agak Jahil, tapi bisa saja terjadi Alat tersebut tidak akan pulang kepemiliknya jika Dilakukan Proses Hukum dengan benar.

Diketahui, alat berat yang di Police Line oleh Polda Sultra diantaranya, 27 alat berat jenis Exkavator, kemudian satu alat berat jenis grader dan delapan unit mobil dump truk warna hijau dengan tulisan Putra Karella Mare di setiap depan atas kaca mobil.

Baca Juga :  Meneladani Jejak Ulama: PC Pagar Nusa Sumenep Gelar Ziarah dan Bersih-Bersih Makam Sesepuh NU

Kapolsek Wiwirano, IPDA Enos Kadang mengungkapkan bahwa saat ini kesemua alat berat yang dipolice Line oleh Tipidter Polda Sultra.

“Saat ini 27 Exkavator, kemudian delapan dump truk dan satu grader sudah selesai dimobilisasi. Jadi alat ini sudah dimobilisasi oleh teman-teman dari tiga hari lalu. Kemarin selesai,” ungkapnya.

Enos menjelaskan terkait persoalan tersebut yang lebih mengetahui adalah Polda Sultra. Kata dia, pihaknya hanya menyiapkan tempat atau lahan untuk tempat penitipan puluhan alat berat yang di police line oleh Tipidter Polda Sultra.

Baca Juga :  Sebenarnya FRN Berjuang Untuk Polri, Apa Yang Menjadi Kepentingan Polri, Lubang Yang Rusak Diperbaiki Lagi

“Jadi yang lebih tau itu Polda Sultra, kami dari Polsek hanya menyiapkan tempat atau lahan untuk tempat alat berat,” tandasnya. (REDJAVA/FRN****)

Berita Terkait

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuki Fase Krusial, Ahli Akan Uji Fakta yang Terungkap di Persidangan
Kadis Pendidikan Sumenep: Pendidikan Maju Dimulai dari Guru dan Kepala Sekolah yang Kompak
Rapat Evaluasi Triwulan II 2026, Kemenag Sumenep Pacu Percepatan Kinerja dan Realisasi Anggaran
Pengamanan Humanis Polres Sumenep Warnai Aksi ASPIRASI di Pengadilan Negeri Sumenep
Polres Sumenep Kawal Eksekusi Objek Lelang di Jalan Dr. Cipto, Situasi Kondusif dan Humanis
Kemenag dan BNNK Sumenep Bersinergi Bentengi Generasi Muda dari Ancaman Narkoba
Bupati Fauzi Apresiasi Lomba Pidato Bung Karno IWO Sumenep, Jadi Sarana Pendidikan Karakter Bangsa
PCNU Sumenep Berduka, KH Moh. Sa’id Abdullah Wafat, KH Widadi Rahim: Mautul Alim, Kehilangan Besar bagi Umat

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:30 WIB

Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuki Fase Krusial, Ahli Akan Uji Fakta yang Terungkap di Persidangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:12 WIB

Kadis Pendidikan Sumenep: Pendidikan Maju Dimulai dari Guru dan Kepala Sekolah yang Kompak

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:56 WIB

Rapat Evaluasi Triwulan II 2026, Kemenag Sumenep Pacu Percepatan Kinerja dan Realisasi Anggaran

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:46 WIB

Pengamanan Humanis Polres Sumenep Warnai Aksi ASPIRASI di Pengadilan Negeri Sumenep

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:49 WIB

Polres Sumenep Kawal Eksekusi Objek Lelang di Jalan Dr. Cipto, Situasi Kondusif dan Humanis

Berita Terbaru