JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bapemperda DPRD Sumenep mempercepat pembahasan 31 Raperda dalam Propemperda 2026. Langkah ini ditempuh agar agenda regulasi daerah tuntas dan memberi kepastian hukum.
Ketua Bapemperda DPRD Sumenep Hosnan Abrari menyebut 10 Raperda kini memasuki tahap fasilitasi. Proses itu menjadi pintu penting sebelum rancangan aturan ditetapkan menjadi Perda.
“Fasilitasi diperlukan agar materi Raperda selaras dengan aturan yang lebih tinggi. Kami ingin setiap regulasi yang lahir memiliki dasar hukum kuat dan tidak menimbulkan persoalan,” kata Hosnan, Minggu (17/08/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sepuluh Raperda itu menyentuh sektor strategis, mulai sistem perencanaan pembangunan, parkir, reforma agraria, perlindungan petani, hingga pengelolaan penerangan jalan umum dan lingkungan.
Raperda pendidikan juga masuk fasilitasi. Begitu pula aturan pengendalian pencemaran air permukaan bagi tambak udang rakyat, yang diarahkan untuk memperkuat pengawasan dan menjaga lingkungan.
“Kami terus mendorong proses berjalan sesuai tahapan. Setiap Raperda harus dibahas dan dievaluasi secara cermat agar hasil akhirnya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Sumenep,” ujarnya.
Selain itu, Bapemperda memproses perubahan kedua Perda Nomor 15 Tahun 2020 tentang perangkat daerah. Ada pula Raperda penyertaan modal BPRS Bhakti Sumekar dan barang milik daerah.
Di luar 10 Raperda yang difasilitasi, tujuh lainnya masih dibahas. Sementara Raperda pertanggungjawaban APBD 2025 telah menuntaskan pembahasan dan penetapan secara resmi.
“Target kami jelas, seluruh agenda Propemperda 2026 dapat selesai pada Desember. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan provinsi terus kami kuatkan,” ungkap Hosnan.
Menurut Hosnan, penyelesaian agenda tahun ini penting karena sebagian Raperda merupakan lanjutan pembahasan sebelumnya. Bapemperda ingin mencegah regulasi kembali tertunda pada tahun depan.
“Kami berharap tidak ada lagi Raperda yang tertahan. Sinergi DPRD dan pemerintah daerah harus dijaga supaya seluruh tahapan selesai tepat waktu dan regulasi segera dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.










