JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Prestasi kembali ditorehkan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep. Kali ini, capaian tersebut datang dari sektor pengelolaan keuangan yang menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan berintegritas.
Kemenag Sumenep berhasil meraih peringkat ketiga sebagai Satuan Kerja dengan Kinerja Pengelolaan Rekening K/L Terbaik Semester I Tahun 2026 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Pamekasan.
Penghargaan tersebut diterima Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, di ruang kerjanya pada Selasa (11/8/2026). Piagam penghargaan diserahkan oleh Sofie, selaku Bendahara Pengeluaran Kantor Kemenag Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Capaian ini menjadi penanda bahwa pembenahan tata kelola keuangan di lingkungan Kemenag Sumenep mulai menunjukkan hasil. Pengelolaan rekening pemerintah yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Bagi Kemenag Sumenep, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat budaya kerja yang mengedepankan profesionalitas, akuntabilitas, serta integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kepala Kemenag Sumenep, H. Abdul Wasid, mengapresiasi kerja seluruh jajaran yang telah berkontribusi terhadap capaian tersebut. Ia menilai penghargaan itu harus dijadikan pemacu agar kualitas pengelolaan pemerintahan terus mengalami peningkatan.
“Penghargaan ini bukan akhir dari sebuah pencapaian, tetapi menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja, bekerja secara transparan, akuntabel, dan berintegritas,” kata Abdul Wasid.
Menurutnya, keberhasilan dalam pengelolaan keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, setiap capaian yang diraih Kemenag Sumenep diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap penguatan tata kelola birokrasi.
Abdul Wasid juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut memiliki arti strategis bagi upaya Kemenag Sumenep membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Kami berharap capaian ini semakin memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas. Setiap penghargaan harus menjadi energi positif untuk menghadirkan layanan publik yang semakin bersih, profesional, dan benar-benar berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tegasnya.
Dengan raihan tersebut, Kemenag Sumenep menunjukkan bahwa pembenahan birokrasi tidak hanya berbicara mengenai program besar, tetapi juga dimulai dari hal-hal fundamental, termasuk disiplin dalam mengelola keuangan negara.
Prestasi itu sekaligus menjadi tantangan baru bagi seluruh jajaran Kemenag Sumenep untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian pada periode berikutnya. Sebab, bagi institusi pelayanan publik, penghargaan bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah untuk bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan yang semakin terpercaya kepada masyarakat.









