Semarak Sape Sonok 2026 di Sumenep, Staf Ahli Bupati Bicara Budaya hingga Ekonomi Lokal

- Redaksi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Hizbun Wathan, SH., MH., (Tengah) di Dampingi Kadisbudparopar Faruk Hanafi, S.Sos, MSI, dan Kompol Jaiman dari Perwakilan Polresta Sumenep, Minggu (09/08/2026)

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Hizbun Wathan, SH., MH., (Tengah) di Dampingi Kadisbudparopar Faruk Hanafi, S.Sos, MSI, dan Kompol Jaiman dari Perwakilan Polresta Sumenep, Minggu (09/08/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gemuruh tepuk tangan ratusan warga menggema di Stadion A. Yani Pangligur, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sebanyak 30 pasang sapi sonok tampil anggun dalam Kontes Sape Sonok 2026, membawa satu pesan penting: warisan budaya leluhur Madura masih hidup dan terus dirawat di tengah perubahan zaman.

Kontes yang menjadi bagian dari rangkaian Calendar of Event Kabupaten Sumenep 2026 itu berlangsung meriah. Para peserta datang membawa sapi-sapi terbaiknya, sementara dukungan masyarakat membuat suasana stadion semakin semarak.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya hiburan karawitan Putri Family Sumenep. Alunan musik tradisional berpadu dengan suara sinden ternama Susmiati dan jajaran sinden Putri Family, menciptakan atmosfer budaya yang begitu kuat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbeda dengan karapan sapi yang mempertontonkan adu kecepatan, Sape Sonok menawarkan keindahan dari sisi yang berbeda. Dua sapi betina ditampilkan secara berpasangan dengan gerakan yang serasi, langkah yang teratur, serta balutan aksesori dan ornamen khas yang memperkuat daya tarik penampilan.

Di balik pertunjukan tersebut terdapat proses panjang. Pemilik dan perawat sapi harus melatih, merawat, serta membangun keserasian pasangan sapi agar mampu tampil maksimal ketika memasuki arena kontes.

Baca Juga :  PK IPPNU MA Nurul Islam Bluto Dilantik, Pembina Singgung Pentingnya Menjadi Pemimpin yang Amanah

Mewakili Bupati Sumenep, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Hizbun Wathan, SH., MH., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang konsisten menjaga tradisi Sape Sonok.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, paguyuban, para peserta, serta seluruh masyarakat yang terus konsisten merawat dan melestarikan tradisi Sape Sonok,” kata Hizbun Wathan dalam sambutannya.

Menurutnya, Sape Sonok memiliki kedudukan penting dalam kehidupan budaya masyarakat Madura. Tradisi ini tidak semata-mata menghadirkan hiburan, tetapi menjadi identitas yang menunjukkan kekayaan budaya lokal.

“Sape Sonok bukan sekadar tontonan atau kontes kecantikan bagi sapi betina. Lebih dari itu, Sape Sonok merupakan identitas, kebanggaan, dan warisan luhur masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, yang sarat dengan nilai estetika, ketekunan, dan kecintaan terhadap kearifan lokal,” ujarnya.

Keunikan Sape Sonok juga terlihat dari perpaduan antara gerak sapi, ornamen, dan musik tradisional. Setiap unsur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertunjukan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Keindahan langkah pasangan sapi yang diiringi musik tradisional Saronen menjadi gambaran bagaimana masyarakat mampu menjaga tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas.

Baca Juga :  Kades Legung Barat Sampaikan Ucapan Idulfitri 1447 H, Ajak Warga Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan

Hizbun menilai, keberlangsungan Sape Sonok menjadi bukti bahwa masyarakat Sumenep memiliki kepedulian kuat terhadap akar budaya.

“Keindahan gerak dan keserasian langkah yang diiringi alunan musik tradisional, ditambah hiasan ornamen yang memukau, menunjukkan betapa tingginya kreativitas para peternak dan pelaku budaya kita. Tradisi ini membuktikan bahwa masyarakat Sumenep memiliki kepedulian yang kuat dalam menjaga akar budaya agar tidak hilang ditelan zaman,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut Hizbun, akan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan budaya yang masuk dalam Kalender Event Daerah. Sebab, event budaya dinilai memiliki manfaat berlapis, mulai dari pelestarian tradisi hingga penguatan sektor ekonomi dan pariwisata.

Kontes Sape Sonok menjadi salah satu contoh bagaimana kebudayaan dapat menciptakan ruang ekonomi bagi masyarakat. Para perajin aksesori sapi, seniman tradisional, pelaku UMKM, peternak, hingga sektor jasa turut memperoleh peluang dari ramainya kegiatan.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep senantiasa mendukung penuh penyelenggaraan event-event kebudayaan dalam Kalender Event Daerah. Melalui ajang seperti ini, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” jelas Hizbul Wathan lebih lanjut.

Dukungan terhadap tradisi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pemerintah ingin agar Sape Sonok terus tumbuh sebagai kekuatan budaya yang mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat.

Baca Juga :  Musda X LDII Sumenep Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi dengan Pemkab untuk Pembangunan Daerah

Karena itu, para peserta dan dewan juri juga diingatkan agar menjadikan kontes sebagai ruang mempererat persaudaraan. Persaingan tetap harus berjalan dalam koridor sportivitas dan kekeluargaan.

“Kepada dewan juri dan para peserta pemilik Sape Sonok, kami berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas dan rasa kekeluargaan. Menang atau kalah adalah hal biasa, tetapi niat kita bersama untuk merawat marwah budaya Madura adalah kemenangan yang sejati,” pungkasnya.

Kontes Sape Sonok 2026 akhirnya bukan hanya menyajikan keindahan pasangan sapi betina di tengah arena. Lebih jauh, event tersebut menjadi panggung yang mempertemukan budaya, seni, pariwisata, kreativitas, dan ekonomi masyarakat dalam satu perhelatan.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kontes Sape Sonok Tahun 2026 secara resmi dibuka. Tepuk tangan masyarakat pun kembali bergemuruh, mengiringi langkah anggun sapi-sapi Madura yang menjadi simbol kebanggaan dan kekayaan budaya Sumenep.

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU