JAVANETWORK.CO.ID.MALAYSIA – Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni yang mengikuti program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional memperoleh pengalaman berharga dengan terjun langsung ke sekolah-sekolah di Malaysia. Mereka tidak hanya mengamati proses belajar mengajar, tetapi juga mendampingi guru di dalam kelas, berinteraksi dengan para siswa, serta mempelajari berbagai pendekatan pendidikan modern yang diterapkan di negeri jiran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya STITA Aqidah Usymuni memperluas wawasan akademik mahasiswanya melalui pengalaman internasional. Selama berada di sekolah, para mahasiswa mempelajari manajemen kelas, strategi pembelajaran berbasis teknologi, hingga metode pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan aktif berpartisipasi.
Salah seorang peserta KPM Internasional STITA Aqidah Usymuni, Moh. Syaiful Anwar, mengatakan pengalaman mengajar dan belajar di Malaysia memberikan perspektif baru mengenai pengembangan kualitas pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama mengikuti kegiatan belajar mengajar, kami melihat suasana pembelajaran berlangsung sangat kondusif, tertib, dan interaktif. Guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran, mulai dari presentasi digital, video edukatif hingga diskusi kelompok sehingga siswa lebih mudah memahami materi,” kata Moh. Syaiful Anwar dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).
Mahasiswa yang akrab disapa Ipunk itu menilai kekuatan sistem pendidikan Malaysia terletak pada penerapan pembelajaran yang benar-benar berpusat pada siswa.
“Pendekatan yang berpusat pada siswa membuat proses belajar lebih hidup. Para siswa diberi ruang untuk aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan mengembangkan kreativitas mereka di dalam kelas,” ujarnya.
Selain belajar mengenai sistem pendidikan, mahasiswa STITA Aqidah Usymuni juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui permainan edukatif, diskusi budaya, dan berbagai aktivitas interaktif. Antusiasme para siswa Malaysia menciptakan suasana pembelajaran yang hangat sekaligus mempererat hubungan persaudaraan kedua negara.
“Kami tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga membawa misi memperkenalkan budaya Indonesia. Antusiasme para siswa sangat luar biasa sehingga tercipta pertukaran budaya yang positif dan saling menghargai,” ungkap Ipunk.
Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa STITA Aqidah Usymuni untuk menghadirkan inovasi pembelajaran setelah kembali ke Indonesia.
“Program KPM Internasional ini membuka wawasan kami bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman ini akan kami bawa pulang sebagai inspirasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” pungkasnya.
Program KPM Internasional STITA Aqidah Usymuni di Malaysia menjadi bukti bahwa kolaborasi pendidikan lintas negara mampu memperkaya kompetensi mahasiswa, memperluas wawasan global, sekaligus memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia melalui dunia pendidikan.









