JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ancaman penyalahgunaan narkotika yang semakin menyasar kalangan remaja menjadi perhatian serius dunia pendidikan.
Menjawab tantangan tersebut, MAN Sumenep menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep menggelar edukasi pencegahan narkoba dalam rangkaian kegiatan MATAMUDA 2026 di Aula Graha Wiyata, Rabu (15/7).
Ratusan peserta didik baru mengikuti kegiatan yang dikemas secara komunikatif dan interaktif.
Melalui pemutaran video edukasi, diskusi, simulasi, hingga sesi tanya jawab, para siswa dibekali pemahaman mengenai bahaya narkotika, pola peredaran yang kini menyasar pelajar, serta pentingnya membangun keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
Perwakilan BNNK Sumenep, Franko Nanda Artanto, mengatakan bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda agar mampu menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Pencegahan harus dimulai sejak dini. Pelajar harus memahami bahwa narkoba bukan sekadar melanggar hukum, tetapi juga menghancurkan masa depan, keluarga, dan cita-cita mereka,” kata Franko.
Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Jadilah generasi yang berani mengatakan tidak pada narkoba. Ketika satu pelajar mampu mengajak teman-temannya menjauhi narkoba, maka kita sedang menyelamatkan masa depan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala MAN Sumenep, Zaini Mukhsin, menegaskan bahwa kolaborasi bersama BNNK merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung program MAN Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Menurutnya, lingkungan belajar yang sehat menjadi fondasi utama untuk melahirkan generasi yang unggul.
“Madrasah tidak hanya bertugas mencerdaskan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter dan menjaga mereka dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan, termasuk bahaya narkoba,” katanya.
Zaini berharap edukasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya yang terus tumbuh di lingkungan madrasah.
“Kami ingin seluruh warga madrasah memiliki kesadaran yang sama bahwa menjauhi narkoba adalah investasi terbaik untuk meraih prestasi, menjaga kehormatan diri, dan mewujudkan cita-cita,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan BNNK, MAN Sumenep berharap mampu mencetak generasi yang sehat, berkarakter, serta memiliki ketahanan diri terhadap berbagai pengaruh negatif.
Langkah ini sekaligus menjadi penguatan komitmen mewujudkan madrasah yang aman, nyaman, dan bersih dari penyalahgunaan narkoba.












