JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat pembangunan daerah. Salah satu mitra strategis yang dinilai konsisten berkontribusi adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sumenep.
Hal itu mengemuka saat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X DPD LDII Kabupaten Sumenep yang dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, mewakili Bupati Sumenep, Sabtu (4/7/2026).
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, Musda bukan sekadar forum pergantian kepengurusan. Agenda lima tahunan tersebut dipandang sebagai momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah pengabdian yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Musda bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam melakukan evaluasi, menyusun program kerja, serta memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah,” kata Wahyu Kurniawan Pribadi.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan religius.
Karena itu, Pemkab Sumenep mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk LDII, untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta berperan aktif menciptakan masyarakat yang maju dan sejahtera.
“Kami terus mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk LDII, untuk menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, merawat kerukunan umat beragama, serta membangun masyarakat yang religius dan sejahtera,” ujarnya.
Wahyu juga memberikan apresiasi atas kiprah LDII yang dinilai tidak hanya aktif dalam kegiatan dakwah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui berbagai aksi sosial dan kemanusiaan.
Ia mengingat kembali bagaimana organisasi tersebut menunjukkan komitmennya saat pandemi Covid-19 melanda, termasuk ketika berbagai bencana terjadi di wilayah Kabupaten Sumenep.
“Saat pandemi Covid-19, LDII menyampaikan kesiapan untuk bersama-sama mendukung pemerintah. Begitu juga ketika terjadi bencana, teman-teman LDII datang dan menyatakan siap membantu. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kepedulian yang nyata,” ungkapnya.
Lebih jauh, Wahyu menilai tantangan terbesar saat ini adalah menyiapkan generasi muda agar mampu menghadapi derasnya arus perkembangan teknologi digital tanpa kehilangan karakter, moral, dan semangat kebangsaan.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus menjadi sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan justru menjadi pintu masuk berbagai paham yang mengancam persatuan bangsa.
“Kita berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama membimbing generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan tetap memiliki karakter kebangsaan serta nilai-nilai keagamaan yang kuat,” tegas Wahyu sapaannya.
Melalui kepengurusan baru yang akan terbentuk dalam Musda X, Wahyu berharap LDII semakin adaptif terhadap tantangan zaman dan terus memperluas kontribusinya dalam bidang pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, hingga pembinaan generasi muda.
Ia optimistis sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan akan menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap Musda X DPD LDII Kabupaten Sumenep berjalan lancar, menghasilkan kepengurusan yang amanah, visioner, dan bertanggung jawab, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumenep,” pungkasnya.












