JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP—Atmosfer politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Sumenep 2027 mulai menghangat. Salah satu titik perhatian publik mengarah ke Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk, setelah nama Achmad Farid Azzyadi mencuat sebagai figur yang dinilai berpeluang meramaikan kontestasi kepala desa.
Pria yang akrab disapa Farid GAKI itu dikenal sebagai Ketua DPC Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI) Sumenep. Selama ini, ia aktif mengawal isu transparansi anggaran, pengawasan kebijakan publik, serta mendorong lahirnya tata kelola pemerintahan yang bersih, terbuka, dan akuntabel.
Munculnya figur berlatar belakang aktivis tersebut dinilai membawa dinamika baru dalam peta politik Desa Payudan Dundang. Di tengah meningkatnya harapan masyarakat terhadap perubahan tata kelola pemerintahan desa, rekam jejak Farid menjadi salah satu modal sosial yang mulai diperhitungkan oleh berbagai kalangan.
Desa Payudan Dundang sendiri merupakan salah satu desa dengan jumlah pemilih yang cukup besar di Kecamatan Guluk-Guluk. Kondisi itu diperkirakan membuat kontestasi Pilkades 2027 berlangsung kompetitif, seiring munculnya berbagai figur yang mulai membangun komunikasi dengan masyarakat.
Di sisi lain, aspirasi warga mengenai perbaikan pelayanan publik, penguatan administrasi pemerintahan desa, hingga transparansi pengelolaan Dana Desa (DD) menjadi isu yang terus mengemuka menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak Sumenep.
Merespons berkembangnya dukungan tersebut, tim internal Achmad Farid Azzyadi mulai memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai unsur sosial yang selama ini menjadi pilar kehidupan Desa Payudan Dundang.
“Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh elemen masyarakat. Aspirasi warga akan menjadi dasar dalam menyusun arah pembangunan desa yang lebih maju, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” kata perwakilan tim internal Achmad Farid Azzyadi, Jum’at (03/07/2026).
Menurutnya, perubahan hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah desa mampu membangun kepercayaan publik melalui tata kelola pemerintahan yang bersih dan melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
“Komitmen kami adalah menghadirkan pemerintahan desa yang akuntabel, terbuka, dan memberikan ruang partisipasi kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang apa pun,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsolidasi yang saat ini dilakukan bukan sekadar membangun kekuatan politik, melainkan memperkuat kebersamaan serta merangkul seluruh elemen masyarakat agar memiliki tujuan yang sama dalam memajukan Desa Payudan Dundang.
“Kami percaya pembangunan desa yang berhasil lahir dari persatuan masyarakat. Karena itu, semangat gotong royong, musyawarah, dan kebersamaan akan menjadi fondasi utama dalam setiap langkah yang kami bangun bersama warga,” pungkasnya.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Desa Payudan Dundang termasuk dalam daftar 246 desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak pada penghujung 2027.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Sumenep masih mematangkan regulasi teknis pelaksanaan Pilkades, termasuk menyiapkan pembiayaan yang sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Besaran anggaran untuk setiap desa akan disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), dengan estimasi berkisar antara Rp70 juta hingga Rp120 juta per desa.
Dengan tahapan Pilkades yang masih cukup panjang, dinamika politik di Desa Payudan Dundang diperkirakan terus berkembang. Menguatnya nama Achmad Farid Azzyadi menjadi salah satu indikator bahwa kontestasi Pilkades Sumenep 2027 mulai memasuki fase awal, ketika rekam jejak, gagasan, dan kedekatan dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan arah pilihan warga.












