JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bulan Muharram selalu punya cerita magis dan spiritual tersendiri bagi umat Muslim. Tak sekadar penanda hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, bulan ini juga menyimpan hari sakral, yakni Asyura (10 Muharram).
Di momen penuh berkah ini, aroma kepedulian sosial menyeruak tajam di halaman Masjid Baitul Bilad, Dusun Gayam, Kabupaten Sumenep.
Sinergi hangat tercipta saat Pengurus Masjid Baitul Bilad bergandengan tangan dengan Koramil 0827/20 Sapudi menggelar agenda rutin tahunan: menyantuni anak yatim piatu dan kaum dhuafa pada Minggu malam (21/6/2026).
Suasana khidmat dan haru menyelimuti pelataran masjid saat sejumlah personel TNI dari Koramil 0827/20 Sapudi yang dipimpin langsung oleh Serka Agus Salim berbaur dengan masyarakat.
Kehadiran para abdi negara ini bukan untuk pengamanan, melainkan untuk membasuh air mata para anak yatim dengan paket santunan.
Tercatat, ada 15 anak yatim dan 5 warga dhuafa yang menerima santunan malam itu. Serka Agus Salim tak dapat menyembunyikan rasa haru dan apresiasinya kepada pihak takmir masjid yang telah menginisiasi ruang kolaborasi kebaikan ini.
“Dengan kegiatan yang sangat positif ini, harapan kami tentu menjadi amal ibadah yang diterima di sisi Allah SWT. Ini adalah momentum terbaik bagi kita semua untuk ikut menggembirakan anak-anak yatim yang sangat mengharapkan kasih, sayang, dan kepedulian kita bersama,” ujar Serka Agus Salim kepada awak media di, Minggu malam.
Tidak hanya sekadar seremonial berbagi, acara ini juga diisi dengan siraman rohani yang menggetarkan hati dari KH. Ach. Ali Murtadho, sesepuh sekaligus Mustasyar MWC NU Kecamatan Gayam.
Dalam ceramahnya, KH. Murtadho mengupas tuntas dinamika perjuangan dan air mata Rasulullah saat melakukan hijrah ke Yatsrib (Madinah).
Namun, yang paling memikat perhatian jemaah adalah saat beliau membedah kisah keteladanan Nabi Ayyub AS yang disembuhkan dari penyakit kulit parah tepat pada tanggal 10 Asyura berkat kesabaran tingkat tinggi menghadapi godaan iblis.
Di penghujung acara, kiai kharismatik ini menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya demi menyukseskan acara ini.
“Semoga apa yang telah kita laksanakan bersama pada malam hari ini, menjadi amal ibadah yang sempurna dan diterima dengan utuh di sisi Allah SWT,” pungkas KH. Murtadho dengan nada bergetar penuh doa.
Gerakan sosial di pelosok Sumenep ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, tokoh agama, dan masyarakat mampu menciptakan jaring pengaman sosial yang sejuk di tengah momentum hari besar Islam. (REDJAVA)












