PCNU Sumenep Berduka, KH Moh. Sa’id Abdullah Wafat, KH Widadi Rahim: Mautul Alim, Kehilangan Besar bagi Umat

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ucapan Bela Sungkawa Ketua PCNU Sumenep KH Widadi Rahim

Ucapan Bela Sungkawa Ketua PCNU Sumenep KH Widadi Rahim

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Kabupaten Sumenep.

Pengasuh Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar Pangarangan, KH Moh. Sa’id Abdullah, dikabarkan wafat dan meninggalkan duka mendalam bagi para santri, alumni, serta masyarakat yang selama ini mengenal kiprah dan pengabdiannya dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam.

Kepergian ulama kharismatik tersebut tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar pondok pesantren, tetapi juga oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep yang selama ini menilai almarhum sebagai sosok panutan yang istiqamah mengabdikan hidupnya untuk umat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PCNU Sumenep, KH Widadi Rahim, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya KH Moh. Sa’id Abdullah.

Baca Juga :  Semangat “Sumenep Luar Biasa”, Operasi Gabungan Jelang Ramadhan 1447 H Resmi Digelar

Menurutnya, kepergian seorang ulama bukan sekadar kehilangan figur, melainkan kehilangan sumber ilmu dan teladan yang selama ini menjadi penerang kehidupan masyarakat.

“Kami segenap jajaran PCNU Sumenep turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH Moh. Sa’id Abdullah. Beliau adalah sosok alim yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Kepergian beliau tentu menjadi kehilangan besar bagi kita semua,” kata KH Widadi Rahim kepada media ini, Rabu (10/06/2026).

KH Widadi menegaskan, dalam tradisi keilmuan Islam dikenal sebuah ungkapan yang menggambarkan besarnya kehilangan ketika seorang ulama wafat, yakni mautul alim, mautul alam.

Menurutnya, ungkapan tersebut mengandung makna mendalam bahwa wafatnya seorang alim merupakan berkurangnya cahaya ilmu yang selama ini menerangi kehidupan umat dan masyarakat.

“Mautul alim, mautul alam. Wafatnya seorang tokoh alim ulama merupakan tanda hilangnya cahaya ilmu yang selama ini menjadi penuntun umat. Karena itu, wafatnya beliau bukan hanya duka bagi keluarga dan santri, tetapi juga menjadi kehilangan bagi masyarakat luas yang selama ini mendapatkan manfaat dari ilmu, nasihat, dan keteladanan beliau,” tuturnya.

Selama hidupnya, KH Moh. Sa’id Abdullah dikenal sebagai ulama yang konsisten mengembangkan pendidikan pesantren serta membimbing generasi muda melalui Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar Pangarangan.

Baca Juga :  Polres Sumenep Evaluasi Sitkamtibmas Dua Bulan Terakhir, Kapolres Tekankan Respons Cepat dan Kehadiran Polisi

Dedikasi dan pengabdiannya telah melahirkan banyak santri yang kini berkiprah di berbagai bidang kehidupan sosial dan keagamaan.

“Atas nama keluarga besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep, KH Widadi Rahim turut mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” imbuh KH. Widadi Rahim.

Kepergian KH Moh. Sa’id Abdullah menjadi pengingat bahwa ulama merupakan pewaris para nabi yang memiliki peran besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemaslahatan umat. Warisan ilmu, dakwah, serta keteladanan yang ditinggalkannya diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

“Al-Fatihah untuk KH Moh. Sa’id Abdullah. Semoga husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutupnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata

BERITA TERKAIT

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

BERITA TERBARU