JAVANETWORK.CO.ID SUMENEP – Kabupaten ujung timur Pulau Madura, Sumenep kembali menunjukkan komitmennya sebagai daerah yang kuat menjaga warisan budaya.
Hal itu terlihat saat Ketua DPC ISSITA Sumenep, Dr. Naghfir, mendampingi Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, dalam agenda kunjungan budaya di sejumlah titik bersejarah dan pusat pengembangan seni di Kota Keris.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut yakni Museum Sumenep. Museum yang menyimpan berbagai koleksi sejarah dan peninggalan budaya Madura itu direncanakan akan direvitalisasi agar tetap terjaga keaslian dan nilai historisnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC ISSITA Sumenep, Dr. Naghfir mengatakan, revitalisasi museum menjadi langkah penting untuk memastikan warisan sejarah daerah tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang edukasi generasi muda agar mengenal identitas budaya daerahnya,” kata Dr. Naghfir disela kegiatan kepada media ini, Jum’at (15/05/2025).
Ia menilai perhatian dari Kementerian Kebudayaan menjadi sinyal positif bagi pelestarian sejarah dan budaya di Sumenep.
“Kami sangat bangga karena Sumenep mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat, khususnya dalam upaya menjaga warisan budaya yang dimiliki daerah ini,” ujarnya.
Selain meninjau museum, rombongan juga mengunjungi Cafe Femary Hills yang selama ini dikenal aktif memberikan pendidikan seni tari kepada generasi muda.
Tempat tersebut dinilai menjadi salah satu ruang kreatif yang ikut menjaga eksistensi seni tradisional di Sumenep.
Menurut Dr. Naghfir, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui bangunan bersejarah, tetapi juga lewat pembinaan seni dan keterlibatan anak muda.
“Budaya harus hidup di tengah masyarakat. Ketika anak-anak muda mulai mencintai tari dan seni tradisi, maka budaya itu akan tetap bertahan,” ungkap Dr. Naghfir.
Direktur Naghfir’s Institute juga menambahkan, sinergi antara komunitas budaya, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar budaya lokal tetap berkembang tanpa kehilangan jati diri.
“Sumenep memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama menjaga dan merawatnya,” jelasnya.
Dr. Naghfir juga berharap kunjungan tersebut mampu memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu daerah yang konsisten menjaga nilai sejarah dan kebudayaan di Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang menjaga peninggalan masa lalu, tetapi bagaimana budaya bisa menjadi kebanggaan dan identitas daerah untuk masa depan,” pungkas Dr. Naghfir.
Sementara itu, Basuki Teguh Yuwono menambahkan bahwa Sumenep memiliki potensi budaya yang sangat besar dan layak mendapat perhatian serius dalam upaya pelestarian warisan budaya nasional.
Menurutnya, keberadaan museum, komunitas seni, hingga ruang kreatif yang aktif membina generasi muda menjadi kekuatan penting dalam menjaga identitas budaya daerah.
“Sumenep memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa. Ini harus terus dijaga bersama agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan komunitas budaya di Sumenep yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya lokal. (REDJAVA****)









