JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menjelang pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2026–2031, Banteng Sakera Nahdliyin (BSN) Sumenep menggelar rangkaian ziarah dan tawasul kebangsaan ke sejumlah maqbarah ulama dan muasis NU di Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual warga Nahdliyin dalam menyambut momentum penting organisasi, sekaligus bentuk penghormatan terhadap para ulama yang selama ini berjasa besar dalam perjuangan dakwah, pendidikan, dan menjaga nilai kebangsaan.
Ketua BSN Sumenep, Maryono, mengatakan bahwa ziarah kebangsaan bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya menjaga hubungan batin antara generasi penerus dengan para ulama pendahulu NU.

“Ini bukan hanya kegiatan ziarah biasa. Kami ingin menanamkan kembali nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat pengabdian yang diwariskan para ulama NU kepada generasi muda Nahdliyin,” kata Maryono, Selasa (12/5/2026).
Rangkaian ziarah tahap awal dilaksanakan di tiga titik penting, yakni maqbarah KH Zainal Arifin, KH Abi Sujak, dan Asta Tinggi Sumenep. Kegiatan itu diisi dengan doa bersama, pembacaan tahlil, serta tawasul kebangsaan untuk keselamatan bangsa dan keberkahan organisasi.
Menurut Maryono, tradisi ziarah dan tawasul selama ini menjadi bagian penting dalam kultur masyarakat Nahdliyin yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Tradisi ini mengajarkan adab kepada guru dan ulama. Dari sini kita belajar bahwa perjuangan besar tidak lahir tanpa doa, keikhlasan, dan pengorbanan,” ujarnya.
Ia menegaskan, BSN Sumenep ingin menjadikan momentum pelantikan PCNU tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki makna spiritual yang kuat bagi seluruh kader dan warga NU.
“Kami berharap pelantikan PCNU nanti menjadi awal lahirnya semangat baru dalam membangun kebersamaan, memperkuat persatuan umat, dan menjaga nilai Islam rahmatan lil alamin,” harap Maryono
Lebih lanjut, Maryono juga mengajak generasi muda Nahdliyin untuk tidak melupakan sejarah perjuangan ulama NU yang telah berkontribusi besar terhadap bangsa dan negara sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.
“Generasi muda harus mengenal para ulama dan muasis NU. Sebab dari merekalah lahir nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan cinta tanah air yang hari ini tetap menjadi kekuatan NU,” pungkasnya.
Diketahui, pelantikan Pengurus PCNU Sumenep masa khidmat 2026–2031 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Braji, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep.
BSN Sumenep berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat mempererat ukhuwah Nahdliyin sekaligus memperkuat peran NU dalam menjaga persatuan bangsa dan kehidupan masyarakat yang harmonis. (REDJAVA****)













