JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat pemberdayaan perempuan menggema dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar oleh keluarga besar Pagar Nusa Cabang Sumenep.
Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi perjuangan panjang perempuan NU dalam memperkuat peran strategis di tengah dinamika sosial yang semakin global.
Mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan dengan Semangat Global”, peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU tahun ini menjadi penegasan bahwa perempuan tidak lagi berada di ruang domestik semata, tetapi turut menjadi motor penggerak perubahan, baik di bidang sosial, pendidikan, hingga kebangsaan.
Ketua PSNU Pagar Nusa Cabang Sumenep, Drs. KH. Abdul Muiz, M.M, menegaskan bahwa Fatayat NU memiliki posisi penting dalam membangun generasi yang tangguh dan berkarakter.
“Fatayat NU telah menunjukkan kiprah luar biasa dalam memberdayakan perempuan, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga dalam konteks global. Kami di Pagar Nusa Sumenep mendukung penuh peran strategis ini sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar Abdul Muiz, Sabtu (25/04/2026).
Ia menambahkan, sinergi antara organisasi perempuan dan lembaga bela diri seperti Pagar Nusa menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris PSNU Pagar Nusa Cabang Sumenep, Kamsil LQ, SE, menilai bahwa peringatan Harlah ini harus menjadi titik tolak untuk terus memperluas peran perempuan di berbagai sektor.
“Momentum Harlah ke-76 Fatayat NU ini harus dimaknai sebagai ajakan untuk terus bergerak maju. Perempuan hari ini dituntut adaptif, berdaya, dan mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan jati diri ke-NU-an,” ungkap Kamsil.
Menurutnya, kolaborasi lintas organisasi menjadi kunci dalam menciptakan ruang yang inklusif bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Peringatan ini juga menjadi simbol komitmen bersama untuk terus memperkuat nilai-nilai moderasi, toleransi, serta semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.
Dengan usia yang telah menginjak 76 tahun, Fatayat NU diharapkan semakin solid dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan. (REDJAVA****)












