JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Langkah progresif dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan di daerah. Kali ini, sinyal kuat itu datang dari sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 931/Ksatria Jokotole (Danyonif TP 931/KJ), Mayor Inf Aditya Danang P., S.S.T.Han., M.IP., melakukan kunjungan strategis Kadis DKPP Chainur Rasyid, S.E.,M.Si, Kamis (23/4/2026).
Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan penanda awal konsolidasi kekuatan lintas sektor dalam menghadapi tantangan pangan ke depan.
Bertempat di Kantor Dinas KPP Kabupaten Sumenep, pertemuan berlangsung dalam balutan suasana formal yang cair membuka ruang dialog produktif, kritis, sekaligus penuh visi.
Di balik pertemuan ini, tersimpan agenda besar: membangun orkestrasi kolaborasi antara kekuatan teritorial TNI dengan kebijakan teknokratis pemerintah daerah, guna mengakselerasi sektor pertanian yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi masyarakat.
Danyonif Mayor Aditya Danang menegaskan, paradigma TNI saat ini tidak lagi semata berorientasi pada pertahanan, tetapi juga aktif menjadi katalisator pembangunan.
“Kami hadir tidak hanya sebagai aparat pertahanan, tetapi sebagai mitra strategis pembangunan. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Di sinilah kami mengambil peran,” tegas Mayor Danang usai kegiatan kepada media ini.
Ia membeberkan, keterlibatan Yonif TP 931/KJ akan difokuskan pada pendampingan petani secara langsung, optimalisasi lahan tidur, hingga penguatan program pertanian berbasis teritorial yang adaptif terhadap kondisi lokal.
Langkah ini diyakini mampu menjadi “game changer” dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya tahan pangan di tingkat daerah.
Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, S.E.,M.Si., menyambut kolaborasi ini dengan optimisme tinggi. Ia menilai, kehadiran TNI bukan hanya menambah kekuatan, tetapi juga mempercepat eksekusi program di lapangan.

“Ini bukan sekadar kerja sama, tapi penguatan energi kolektif. Dengan dukungan TNI, kami optimistis program pertanian akan lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi petani,” ujarnya menambahkan.
Menurutnya, tantangan sektor pertanian saat ini membutuhkan pendekatan lintas sektor yang solid tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Wadanyonif TP 931/KJ beserta jajaran perwira staf, serta pejabat struktural Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep. Interaksi yang terbangun menunjukkan chemistry kelembagaan yang kuat modal penting dalam membangun kerja sama jangka panjang.
Di penghujung kegiatan, sesi foto bersama menjadi simbol komitmen bersama: bahwa sinergi ini bukan berhenti pada wacana, melainkan akan ditindaklanjuti dalam langkah nyata dan terukur.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya model pembangunan pertanian berbasis kemitraan strategis yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mengangkat kesejahteraan petani di Kabupaten Sumenep secara berkelanjutan. (REDJAVA****)












