JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep kian serius membenahi kualitas pendidikan anak usia dini. Terbaru, instansi ini resmi meluncurkan Buku Pintar PAUD sebagai panduan strategis untuk mendorong implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) di satuan PAUD.
Peluncuran berlangsung di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, dihadiri penilik, pengawas, serta organisasi profesi pendidikan seperti K3TK, HIMPAUDI, IGTKI, hingga Forum PKBM, Rabu (22/04/2026) kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd.,M.T., mengatakan bahwa kehadiran buku tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.
“Buku Pintar PAUD ini kami hadirkan sebagai panduan praktis agar guru mampu memahami dan menerapkan pembelajaran mendalam secara utuh. Ketika kompetensi guru meningkat, maka kualitas layanan pendidikan kepada anak didik juga akan naik secara signifikan,” kata H. Moh. Iksan.
Pihaknya menekankan, transformasi pendidikan tidak bisa dilepaskan dari peningkatan kapasitas guru sebagai aktor utama di ruang kelas.
“Penguatan kapasitas guru adalah kunci. Melalui buku ini, kami ingin membangun budaya belajar yang reflektif, adaptif, dan inovatif sehingga PAUD di Sumenep mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdik Sumenep, Lisa Bertha Soetedjo, S.E.,M.AK., menjelaskan bahwa peluncuran buku tersebut merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan Permendikdasmen Nomor 1 tentang Standar Proses.
“Regulasi ini menekankan pembelajaran yang terencana, interaktif, inspiratif, dan berpusat pada peserta didik. Buku pintar ini kami susun agar ketentuan tersebut lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh guru di lapangan,” ujar Lisa, Kamis (23/04/2026).
Menurutnya, selama ini tantangan utama bukan pada pemahaman regulasi, melainkan pada penerjemahan ke praktik pembelajaran yang nyata.
“Kami ingin memastikan guru tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi benar-benar mampu mengimplementasikan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembelajaran yang berkualitas,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pendekatan deep learning dalam buku tersebut mendorong anak untuk tidak sekadar menerima materi, tetapi aktif mengeksplorasi, berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan berpikir sejak dini.
Dengan peluncuran ini, Disdik Sumenep berharap implementasi kebijakan pendidikan tidak hanya menjadi dokumen administratif, melainkan hadir nyata dalam praktik pembelajaran yang terukur, berkualitas, dan berdampak langsung pada tumbuh kembang anak. (REDJAVA****)












