Dari Senyum Usaha ke Kenangan di Sumenep: Kisah Dukungan dan Perjuangan Dr. Supiyadi untuk Sang Istri

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lawyer Single Fighter Dr. Supiyadi, S.H.,M.H., Beserta Istri Tercinta

Lawyer Single Fighter Dr. Supiyadi, S.H.,M.H., Beserta Istri Tercinta

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah potret sederhana di sebuah toko busana bernama Nia Collection menyimpan cerita yang lebih dalam dari sekadar aktivitas jual beli. Di balik deretan pakaian yang tertata rapi, terselip kisah tentang dukungan, harapan, dan perjalanan hidup yang kini tinggal kenangan.

Momen yang diabadikan pada tahun 2020 itu memperlihatkan dua sosok berdiri berdampingan di dalam toko. Senyum keduanya tampak lepas, mencerminkan kebahagiaan di masa ketika usaha tersebut masih berjalan dan menjadi bagian dari mimpi bersama.

Baca Juga :  Irwasum Apresiasi Inovasi Jajaran Ciptakan Benih Jagung Bhayangkara

Namun, perjalanan waktu membawa perubahan. Usaha yang dulu dirintis dengan penuh semangat itu kini telah berhenti beroperasi. Bagi Dr. Supiyadi, S.H., M.H., seorang lawyer yang dikenal sebagai single fighter, momen tersebut bukan sekadar dokumentasi, melainkan potongan memori yang sarat makna.

“Waktu itu saya hanya ingin melihat istri saya bahagia. Senyumnya yang lepas tanpa beban adalah hal yang paling berharga bagi saya,” kata Dr. Supiyadi kepada media ini, Kamis (23/04/2026).

Ia menegaskan, dukungan terhadap usaha sang istri bukan semata soal bisnis, melainkan bentuk nyata komitmen dalam membangun kebersamaan dalam rumah tangga. Kebahagiaan pasangan, menurutnya, adalah bagian penting dari perjuangan hidup.

“Sekarang usaha itu memang sudah tidak ada, tapi kenangannya tetap hidup. Dari situ saya belajar bahwa setiap perjuangan, sekecil apa pun, punya arti besar dalam kehidupan,” lanjutnya.

Dalam unggahan tersebut, Dr. Supiyadi juga tampak menyapa orang-orang terdekat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan itu. Ia menyelipkan ajakan hangat untuk mengenang kembali masa-masa tersebut dengan mencolek sang istri dan Kak Fandari, sebagai bagian dari cerita yang pernah terukir di Nia Collection.

Baca Juga :  Tutup Rakernis, Kapolri Tegaskan Pentingnya Penguatan SDM Sejak Awal untuk Raih Kepercayaan Publik

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap usaha yang terlihat sederhana, terdapat cerita tentang cinta, dukungan, dan pengorbanan. Lebih dari sekadar bisnis, Nia Collection pernah menjadi ruang tumbuh bagi harapan yang meski kini telah usai, tetap meninggalkan jejak yang tak terlupakan. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru