JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan terus ditunjukkan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui pelatihan numerasi bagi guru SD dan SMP yang digelar di Hotel Asmi, Senin (13/4/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kompetensi guru sekaligus memperbaiki capaian numerasi peserta didik.
Dalam sambutannya, H. Moh. Iksan menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan langkah nyata dalam transformasi pembelajaran di sekolah.
“Pelatihan numerasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah bagian dari upaya serius kita dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi dasar siswa,” tegas H. Iksan saat membuka kegiatan.
Dirinya mengakui, berdasarkan data Rapor Pendidikan, capaian numerasi di Kabupaten Sumenep masih membutuhkan perhatian dan kerja bersama.

“Data capaian numerasi ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi menjadi refleksi bersama bahwa masih ada ruang besar yang harus kita perbaiki secara kolektif,” ujarnya.
Eks Kadimenekankan bahwa numerasi tidak bisa dimaknai sempit hanya sebagai kemampuan berhitung, melainkan sebagai keterampilan berpikir kritis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Numerasi itu bukan hanya soal angka, tetapi kemampuan berpikir logis, sistematis, dan mengambil keputusan yang tepat. Inilah kompetensi yang dibutuhkan di era sekarang,” jelas H. Iksan sapaannya
Ia juga menegaskan bahwa penguatan numerasi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh guru, lintas mata pelajaran.
“Semua guru punya peran. Tidak hanya guru matematika, tetapi juga guru IPS, IPA, Bahasa Indonesia, bahkan Pendidikan Agama. Ini harus menjadi gerakan bersama di setiap sekolah,” imbuhnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari kebijakan strategis yang selaras dengan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2026, terutama dalam penguatan numerasi, pemanfaatan Rapor Pendidikan berbasis data, serta pengembangan pembelajaran mendalam yang berpusat pada siswa.
Dengan menghadirkan narasumber dan fasilitator berpengalaman, kegiatan ini diharapkan mampu membekali guru dengan pemahaman yang komprehensif serta praktik pembelajaran numerasi yang kontekstual dan aplikatif.
Di akhir kegiatan pembukaan, Iksan mengingatkan bahwa keberhasilan pelatihan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi pada implementasi nyata di ruang kelas.
“Ukuran keberhasilan bukan hari ini, tetapi saat Bapak/Ibu kembali ke sekolah dan benar-benar menerapkan hasil pelatihan ini dalam proses pembelajaran,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, Dinas Pendidikan Sumenep optimistis penguatan numerasi akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan melahirkan generasi yang unggul, adaptif, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (REDJAVA****)












