JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Atmosfer kompetisi terasa panas sejak pagi hingga sore hari saat Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Kabupaten Sumenep menggelar Kejuaraan dan Seleksi Atlet Karate 2026, Sabtu (4/4/2026).
Sebanyak 136 karateka dari berbagai dojo dan kontingen tumpah ruah, bertarung memperebutkan posisi terbaik sekaligus tiket menuju ajang bergengsi tingkat provinsi.
Tak sekadar ramai, kejuaraan ini juga mencatat angka fantastis dengan mempertandingkan 134 kelas, mulai dari usia dini hingga senior.
Dominasi peserta terlihat dari kontingen HKC dan Kodim yang masing-masing mengisi 34 kelas, mempertegas tingginya gairah pembinaan karate di Kabupaten Sumenep.
Sejak awal pertandingan, tensi persaingan sudah terasa. Setiap atlet tampil ngotot, mempertontonkan teknik, kecepatan, dan mental bertanding yang matang.
Sorak-sorai suporter pun menambah semarak jalannya laga, menjadikan kejuaraan ini bukan hanya ajang seleksi, tetapi juga panggung pembuktian kualitas atlet lokal.
Ketua Harian FORKI Sumenep, Achmad Santoso, menilai kejuaraan ini menjadi titik krusial dalam proses pembinaan atlet karate di daerah.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa, tetapi menjadi pintu utama untuk menyaring atlet terbaik yang benar-benar siap kita dorong ke level lebih tinggi,” ujarnya, Minggu (05/04/2026).
Menurutnya, tingginya partisipasi atlet menunjukkan bahwa potensi karate di Sumenep tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ia optimistis, dari ratusan peserta yang tampil, akan lahir atlet-atlet yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.
“Kami melihat kualitas atlet cukup merata. Ini modal besar bagi Sumenep untuk tampil lebih percaya diri di ajang seperti Kejurprov maupun Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur,” kata Santoso.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa para atlet yang lolos seleksi tidak akan dilepas begitu saja.
FORKI Sumenep telah menyiapkan program pembinaan jangka panjang yang terstruktur, mencakup peningkatan teknik, fisik, hingga mental bertanding.
“Ke depan, kami ingin sistem pembinaan ini berjalan konsisten dan profesional, sehingga Sumenep benar-benar memiliki atlet yang siap bertarung dan berprestasi, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional,” tandasnya.
Kejuaraan ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga, khususnya karate, di Sumenep terus bergerak ke arah yang lebih serius.
Dengan kompetisi yang rutin dan atmosfer yang kompetitif, harapan untuk melihat atlet Sumenep berdiri di podium tertinggi bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang kian nyata. (REDJAVA****)











