JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi titik temu yang sarat makna bagi ratusan alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep.
Dalam balutan suasana Lebaran yang hangat, mereka kembali dipertemukan dalam sebuah reuni lintas generasi yang bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga ruang memperkuat jejaring dan semangat kebersamaan.
Bertempat di Kafe Riboxx, suasana terasa hidup sejak awal acara. Tawa, pelukan, dan cerita lama saling bersahutan, mencairkan sekat waktu yang selama ini memisahkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari alumni muda hingga angkatan senior, semua larut dalam atmosfer kekeluargaan yang kental.
Ketua panitia, Abdi Riskiyanto, menegaskan bahwa reuni ini dirancang bukan hanya sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai momentum mempertemukan kembali ikatan yang selama ini terjalin di ruang digital.
“Tema yang kami angkat adalah refleksi dari perjalanan hubungan alumni. Dari dunia maya, hari ini kita hadir dalam ruang nyata. Ini adalah bentuk nyata bahwa silaturahmi tidak pernah putus, hanya menunggu waktu untuk dipertemukan,” ujarnya.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah kehadiran alumni angkatan 1997.
Dengan semangat yang tetap terjaga, mereka hadir membawa nuansa nostalgia yang kuat, sekaligus menunjukkan bahwa ikatan persahabatan tidak lekang oleh waktu.
Perwakilan alumni ’97, Bambang Supratman, menyampaikan bahwa reuni ini menjadi ruang emosional yang tak tergantikan.
“Ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah penguat hubungan yang dulu dibangun dengan kebersamaan. Kami kembali mengingat siapa kita, dari mana kita berasal, dan betapa berharganya persahabatan itu,” tuturnya.
Tak hanya diisi dengan ramah tamah, acara ini juga menjadi forum berbagi gagasan.
Diskusi ringan mengemuka, membahas peran strategis alumni dalam mendukung perkembangan madrasah, baik dari sisi jaringan, kontribusi pemikiran, hingga peluang kolaborasi ke depan.
Kepala MAN Sumenep, H. Zaini Muchsin, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para alumni.
Ia menilai, reuni seperti ini memiliki dampak besar dalam membangun sinergi antara alumni dan lembaga pendidikan.
“Alumni adalah bagian dari kekuatan madrasah. Ketika mereka bersatu, ada potensi besar yang bisa digerakkan untuk kemajuan bersama. Ini yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” ungkapnya.
Reuni ini ditutup dengan doa bersama, menjadi simbol harapan agar jalinan silaturahmi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi kekuatan kolektif.
Di tengah arus kehidupan yang semakin cepat, pertemuan ini menjadi pengingat kuat: bahwa nilai kebersamaan, persaudaraan, dan akar sejarah tidak pernah benar-benar hilang ia hanya menunggu untuk kembali dihidupkan. (REDJAVA****)








