JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Langit sore di Kota Sumenep perlahan berubah jingga. Lalu lintas di Simpang Lima Kampung Arab, Jalan KH. Mansyur, dan Jalan Slamet Riyadi Pabian tampak semakin padat. Di tengah hiruk pikuk itu, tangan-tangan peduli dari jajaran Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumenep bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) hadir menyapa warga dengan paket takjil sederhana, namun penuh makna.
Satu per satu pengendara yang melintas menerima bingkisan berbuka puasa. Ada yang tersenyum, ada pula yang mengangguk haru sambil mengucap terima kasih. Momentum jelang azan Magrib itu berubah menjadi ruang perjumpaan hangat antara pemerintah dan masyarakat.
Ketua DWP Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Ny. Rahman Riadi, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus menumbuhkan empati di bulan suci Ramadan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka dan peduli. Kami ingin berbagi kebahagiaan, sekecil apa pun itu. Semoga takjil ini bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menghangatkan hati,” tuturnya di sela kegiatan. Minggu (01/03/2026).
Tak sekadar membagikan makanan, kegiatan ini juga menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumenep, dr. Rahman Riadi, SE, MM, menegaskan bahwa pelayanan sosial harus terasa nyata dan menyentuh langsung kehidupan warga.
“Kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir bukan hanya lewat program, tetapi juga lewat sentuhan kemanusiaan. Aksi sederhana ini adalah wujud komitmen kami untuk terus peduli dan melayani,” tegasnya.
Tiga titik strategis dipilih agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas, terutama bagi warga yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Di bawah langit senja Sumenep, ratusan paket takjil dibagikan, menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga momentum memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan.
Sore itu, di persimpangan kota dan sepanjang jalan utama, tak hanya takjil yang dibagikan. Ada kepedulian, ada doa, dan ada harapan agar kebersamaan seperti ini terus tumbuh, tidak hanya di bulan suci, tetapi dalam setiap denyut kehidupan masyarakat Sumenep. (REDJAVA****)









