JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Arah baru olahraga rekreasi di Kota Keris resmi dimulai. Imam Syafi’i, SH terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Kabupaten Sumenep (Kormi) periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-I yang digelar di Universitas PGRI Sumenep, Minggu (15/2/2026).
Musyawarah Kabupaten (Muskab) perdana tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Hadir dalam forum itu Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Jawa Timur Debi Sisilia Samoa bersama jajaran pengurus dan pegiat olahraga rekreasi se-Kabupaten Sumenep.
Pemilihan Imam berlangsung secara aklamasi setelah seluruh peserta musyawarah sepakat mengusung satu nama.
Kesepakatan bulat itu mencerminkan kepercayaan kuat terhadap kapasitas dan rekam jejaknya dalam membangun jejaring serta menggerakkan partisipasi masyarakat.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Imam Syafi’i menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk membawa Kormi Sumenep lebih progresif dan berdampak luas.
“Alhamdulillah, amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk membesarkan olahraga rekreasi di Sumenep. Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan secara aklamasi ini,” ujar Imam usai kegiatan.
Menurutnya, tahun pertama kepemimpinan akan difokuskan pada penguatan fondasi organisasi. Ia menilai konsolidasi internal menjadi langkah mendesak agar program yang dijalankan memiliki arah dan daya dorong yang jelas.
“Prioritas kami adalah memperkuat struktur dan tata kelola organisasi. Kormi harus solid di dalam agar kuat bergerak ke luar,” tegasnya.
Imam menekankan bahwa olahraga rekreasi dan tradisional bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari identitas budaya yang perlu dirawat dan dikembangkan secara sistematis.
“Olahraga tradisional adalah warisan budaya. Jika dikelola dengan baik, bukan hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga bisa menjadi kebanggaan daerah di level regional bahkan nasional,” katanya.
Untuk itu, ia berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, lembaga pendidikan, hingga sektor swasta guna memperluas ruang pembinaan dan kompetisi.
“Kormi harus hadir di tengah masyarakat. Kami ingin setiap kecamatan memiliki kegiatan olahraga rekreasi yang aktif, terorganisir, dan mampu melahirkan prestasi,” pungkas Imam.
Dengan kepemimpinan baru ini, Kormi Sumenep diharapkan menjadi motor penggerak olahraga berbasis partisipasi masyarakat, sekaligus penjaga denyut tradisi yang terus hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. (REDJAVA/$$$)












