JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan kembali menjadi perhatian serius. Di tengah keterbatasan geografis, Tim Ambulans Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menunjukkan aksi nyata dengan mengevakuasi pasien rujukan dari Pulau Kangean menuju rumah sakit rujukan di daratan Madura.
Pasien bernama Arsen, warga Desa Timur Jang-jang, Kecamatan Kangayan, dirujuk dari RSUD Abuya Kangean ke RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, Selasa (27/1/2026). Evakuasi dilakukan setelah keluarga pasien menghubungi Tim Ambulans Baguna untuk meminta bantuan pendampingan medis lintas wilayah.
Tanpa menunggu lama, relawan Baguna langsung bergerak. Pasien dijemput di Pelabuhan Kalianget, lalu dibawa menuju Pamekasan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Tim Ambulans Baguna PDI Perjuangan Sumenep, Syaiful Anwar, menegaskan bahwa kecepatan respons merupakan prinsip utama dalam setiap misi kemanusiaan yang dijalankan relawan.

“Begitu ada laporan dari keluarga pasien, kami langsung bergerak. Dalam kondisi darurat, waktu adalah hal paling krusial,” kata Syaiful Anwar.
Ia menyebutkan, kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri dari puluhan pulau berpenghuni membuat proses rujukan medis sering kali menghadapi tantangan serius, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan di daratan.
“Karena itu Baguna selalu siaga 24 jam. Kami ingin memastikan warga kepulauan tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak dan tidak merasa sendirian,” ujarnya.
Aksi kemanusiaan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. Ia menilai kerja cepat Tim Baguna merupakan bentuk kehadiran nyata partai di tengah masyarakat.
“Apa yang dilakukan Baguna ini adalah kerja kemanusiaan yang sesungguhnya. Hadir ketika rakyat membutuhkan, tanpa banyak prosedur, tanpa menunda,” tegas Achmad Fauzi.

Menurut Fauzi, perhatian terhadap warga kepulauan harus menjadi komitmen bersama, mengingat keterbatasan akses kesehatan masih menjadi persoalan klasik di wilayah terluar.
“Warga kepulauan memiliki hak yang sama atas layanan kesehatan. Negara dan seluruh elemen, termasuk partai politik, wajib memastikan tidak ada yang tertinggal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh kader PDI Perjuangan telah diarahkan untuk aktif turun ke lapangan dan mengambil peran nyata dalam membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kesehatan.
“Ini sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, agar kader tidak hanya hadir saat politik elektoral, tetapi hadir setiap saat ketika rakyat membutuhkan,” tutup Fauzi.
Aksi evakuasi pasien ini kembali menegaskan peran Baguna sebagai garda terdepan kerja-kerja kemanusiaan PDI Perjuangan di daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa solidaritas dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menjawab tantangan layanan kesehatan di wilayah kepulauan. (REDJAVA/$$$)








