Cegah DBD Sejak Dini, Bambang Supratman: Fogging Tahunan Jadi Tuntutan

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Senior Bambang Supratman SH

Aktivis Senior Bambang Supratman SH

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menunjukkan trend kenaikan di Kabupaten Sumenep seiring intensitas hujan yang terus meningkat. Penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini tidak lagi bisa dianggap ancaman musiman biasa. Desakan agar pemerintah bertindak lebih agresif pun menguat.

Bambang Supratman, S.H., mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan untuk menjadikan fogging atau pengasapan nyamuk sebagai program tahunan wajib setiap musim hujan, tanpa harus menunggu permohonan dari pemerintah desa.

“Fogging itu seharusnya otomatis dilakukan setiap musim hujan. Jangan menunggu ada korban atau surat permohonan dari desa, karena DBD ini bergeraknya cepat dan diam-diam mematikan,” kata Bambang dengan tegas kepada media ini, Rabu (31/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fogging merupakan metode penyemprotan insektisida berbentuk kabut halus yang bertujuan membunuh nyamuk dewasa pembawa virus DBD. Namun Bambang menegaskan, langkah ini tidak boleh berdiri sendiri. Upaya tersebut harus dibarengi dengan pemberantasan jentik nyamuk, karena fogging tidak mampu memutus siklus nyamuk secara menyeluruh.

“Kalau hanya fogging tanpa PSN, itu sama saja memotong ranting tapi membiarkan akarnya hidup. Jentik tetap berkembang dan DBD akan terus berulang,” ujarnya menambahkan.

Keprihatinan Bambang bukan sekadar wacana. Ia mengaku merupakan bagian dari keluarga korban DBD. Bahkan, setelah berkoordinasi dengan desa-desa se-Kecamatan Saronggi, terungkap fakta mencemaskan: sekitar 70 persen desa melaporkan warganya terjangkit DBD selama musim hujan.

“Kami bersyukur banyak yang tertolong, tapi bagaimana dengan yang tidak tertolong? Ini penyakit yang sangat jahat. Bahkan sebagian dokter menyebut DBD lebih berbahaya dari COVID-19 jika terlambat ditangani,” pungkasnya.

DBD dikenal menyerang secara tiba-tiba dengan gejala demam tinggi mendadak hingga 40 derajat Celsius, nyeri otot dan sendi, sakit kepala hebat, mual, hingga muntah. Tanpa penanganan cepat, penyakit ini dapat berujung pada kondisi kritis bahkan kematian.

Baca Juga :  Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Wakapolres Sumenep Sebut Pancasila Sumber dari Segala Sumber Hukum

Bambang berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada imbauan kewaspadaan, tetapi mengambil langkah konkret dan berkelanjutan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus: menguras, menutup, mendaur ulang, serta mencegah gigitan nyamuk.

Baca Juga :  Dibuka Langsung Kadisdik, Pelatihan Numerasi Jadi Langkah Serius Sumenep Benahi Kualitas Pendidikan

Dengan curah hujan yang masih tinggi, seruan ini menjadi peringatan keras bahwa DBD adalah ancaman nyata yang membutuhkan respons luar biasa, cepat, dan terencana, demi melindungi keselamatan masyarakat Sumenep. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Ditresnarkoba Polda Jatim Berbagi Sembako Jelang Lebaran, Warga Wonokusumo Jadi Riang

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU