JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menutup tahun 2025, Kabupaten Sumenep mencatatkan capaian strategis dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., Sumenep berhasil meraih serangkaian penghargaan bergengsi tingkat nasional hingga internasional, menempatkannya sebagai salah satu daerah dengan kinerja paling progresif di Jawa Timur.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Achmad Fauzi dalam video resmi refleksi akhir tahun yang dirilis Bagian Humas dan Protokol Setdakab Sumenep, Selasa (30/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa prestasi yang diraih bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan cerminan kinerja birokrasi yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Tahun 2025 adalah momentum pembuktian bahwa Sumenep mampu bekerja secara terukur, cepat, dan akuntabel. Penghargaan yang kita terima merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dan partisipasi aktif masyarakat,” kata Bupati Achmad Fauzi.
Pengakuan Nasional hingga Rekor Dunia
Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Sumenep membukukan sejumlah prestasi lintas sektor. Di bidang pengelolaan keuangan, Sumenep kembali mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Kabupaten ini juga menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan RI sebagai daerah dengan Penyaluran Dana Desa Tahun 2024 tercepat secara nasional.
Pada aspek reformasi birokrasi, Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI menganugerahkan penghargaan Pengadaan CASN Tercepat serta Layanan Nomor Induk Pegawai (NIP) Terbaik. Sementara di bidang inovasi daerah, Sumenep meraih Rekor Dunia Museum Rekor Indonesia (MURI).
Di sektor ekonomi dan pembangunan, Sumenep mendapat Juara III Keuangan Syariah dari Gubernur Jawa Timur dan Madura Award 2025 sebagai Daerah Inovatif dalam Pengembangan Pertanian Tembakau.
Selain fokus pada percepatan layanan publik, Bupati Achmad Fauzi menekankan pentingnya menjaga identitas budaya daerah di tengah modernisasi pemerintahan.
Komitmen tersebut mengantarkan dirinya menerima penghargaan Tokoh Inspiratif Perkerisan Indonesia dari Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), serta anugerah Pemimpin Inspiratif Penjaga Harmoni Seni dan Budaya dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
“Pembangunan tidak boleh memutus akar budaya. Inovasi dan digitalisasi harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan Sumenep sejak lama,” tegasnya.
Menurut Bupati, harmoni antara tradisi dan transformasi menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah, sekaligus pembeda Sumenep dengan daerah lain.
Menatap tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan tidak akan berpuas diri. Bupati Achmad Fauzi menyatakan bahwa seluruh capaian 2025 akan dijadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.
“Prestasi ini bukan titik akhir. Tahun 2026 kita harus bergerak lebih cepat, lebih inovatif, dan lebih berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Inilah komitmen kami untuk terus membawa Sumenep ke level yang lebih tinggi,” tandasnya.
Dengan sederet capaian tersebut, Kabupaten Sumenep dinilai berhasil menunjukkan konsistensi kepemimpinan dan arah pembangunan yang jelas, sekaligus memperkuat posisinya sebagai rujukan praktik baik tata kelola pemerintahan daerah di Jawa Timur. (REDJAVA****)








