JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Alhamdulillah, Kita Berbagi Sosial (KBS) Kab. Sumenep sukses melaksanakan kegiatan santunan anak yatim dan piatu di Pondok Pesantren At-Taufiqiyah, Desa Tambak Sari, Kecamatan Rubaru, Ahad (30/11/2025). Donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp 11.194.500, disalurkan dalam bentuk uang saku, sembako, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan harian.
Ketua KBS Sumenep, Ahmad Sahruddin SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin KBS untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim di seluruh wilayah Sumenep. “Kegiatan santunan ini bukan sekadar memberi materi, tapi juga memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yang membutuhkan. Harapannya mereka merasa diperhatikan dan termotivasi untuk terus belajar,” kata Ahmad kepada media ini usai kegiatan.

Ahmad menambahkan, “Sesungguhnya, orang-orang paling baik di sisi Allah SWT adalah mereka yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Itulah semangat yang kami pegang di KBS: setiap bantuan, sekecil apapun, jika bisa bermanfaat bagi anak-anak yatim, maka itu adalah amal yang bernilai di sisi-Nya.”
Rincian bantuan yang disalurkan cukup lengkap, antara lain:
- Uang saku: 25×4 amplop
- Kue kotak: 85 kotak
- Nasi kotak: 45 kotak
- Beras 3 kg: 25 pcs
- Gula 1 kg: 25 pcs
- Minyak goreng 900 ml: 25 pcs
- Kecap Sedap: 25 pcs
- Papan ujian: 25 pcs
- Buku tulis & buku gambar: 25 pack dan 25 pcs
- Pensil set & crayon: 25 pack masing-masing
- Paket snack: 45 pcs
- Air botol: 2 dus
- Mie instan: 6 dus
- Sejadah anak: 25 pcs
- Susu Ultra Milk: 25 liter

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama, pembagian bingkisan, dan santapan anak-anak di pondok pesantren, yang membuat suasana menjadi hangat dan penuh kebahagiaan. “Kami bersyukur banyak donatur dan masyarakat yang ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih hidup dan kuat di Kabupaten Sumenep. Semoga apa yang kita lakukan mendapat ridho Allah SWT,” ujarnya.
Ahmad menegaskan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai kepedulian dan kebaikan kepada anak-anak sejak dini. “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin anak-anak yatim merasakan perhatian dan dorongan untuk terus belajar, serta memahami bahwa memberi manfaat kepada sesama adalah bagian dari ibadah,” tutup Ahmad Sahruddin. (REDJAVA****)












