JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Jurnalis Sumenep Independen (JSI), bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep dan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), menggelar aksi bersih gorong-gorong aliran sungai di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Jumat (28/11/2025).
Kegiatan ini menyasar saluran air yang terhubung langsung ke aliran sungai kecil desa, yang selama ini kerap tersumbat akibat sampah rumah tangga dan limbah plastik.
Aksi ini melibatkan puluhan relawan yang turun ke area bantaran dan gorong-gorong yang menyalurkan air menuju sungai. Kondisi gorong-gorong sebelumnya dipenuhi lumpur, dedaunan, hingga sampah plastik yang menghambat aliran.
Menurut warga, penyumbatan ini kerap menyebabkan air meluap saat hujan lebat dan mengganggu aliran ke lahan pertanian.
Pengurus JSI, David Siregar, menjelaskan bahwa menjaga kebersihan gorong-gorong aliran sungai adalah langkah penting untuk mencegah kerusakan ekosistem dan banjir lokal.
“Gorong-gorong yang tersumbat akan menghambat aliran sungai. Sampah kecil yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan luapan air. Sebagai jurnalis, kami ingin menunjukkan aksi nyata agar masyarakat sadar bahwa menjaga aliran sungai adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya kepada media ini.
Ia menekankan bahwa sampah domestik yang masuk ke aliran sungai memiliki dampak jangka panjang, termasuk pencemaran dan rusaknya habitat sungai. Dengan aksi ini, JSI berharap masyarakat dapat mengubah kebiasaan buruk yang selama ini terjadi.

“Perubahan lingkungan dimulai dari kesadaran kecil. Jika masyarakat tidak membuang sampah ke selokan atau aliran sungai, maka masalah banjir dan pencemaran bisa ditekan sejak dini,” tambah David.
Di sisi lain, JSI juga menyiapkan Panggung Kreasi di depan Kantor PUTR Sumenep pada malam hari, menghadirkan grup musik Monata serta pertunjukan seni sebagai media edukasi lingkungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ketua JSI Sumenep, Igusty Madani, menyebut bahwa aksi di aliran sungai Gedungan adalah bentuk komitmen jurnalis untuk terlibat langsung dalam isu-isu lingkungan yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
“Gerakan ini adalah pesan bahwa jurnalis tidak hanya menulis, tetapi hadir langsung sebagai bagian dari solusi. Kami ingin kegiatan seperti ini terus berkembang agar semakin banyak pihak ikut menjaga lingkungan,” kata Igusty.
Sementara itu, Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, menegaskan bahwa pelestarian sungai dan salurannya adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Ketika jurnalis, pemerintah desa, dan warga turun tangan bersama membersihkan aliran sungai, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ubaid berharap gerakan ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Sumenep untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan saluran air dan sungai. (REDJAVA****)












